SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi seorang pria yang membentak hingga meludahi wajah petugas parkir di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, pria yang mengenakan baju berwarna oranye tersebut terlihat mendatangi loket parkir dengan nada emosi. Ia berbicara dengan nada tinggi sembari menuntut agar petugas pos segera menghubungi seseorang bernama Abor.
Ketegangan kian meningkat saat petugas loket mencoba memberikan penjelasan secara kooperatif. Alih-alih mereda, pria tersebut justru makin tersulut emosi hingga akhirnya nekat meludahi wajah petugas di hadapan sejumlah orang yang mencoba melerai di lokasi.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Pihak operasional pengelola parkir PT Karya Kencana Solutindo (KKS) Palabuhanratu, Abor, membenarkan terjadinya insiden tersebut.
"Ada satu motor datang ke rumah sakit, berdua mengaku dari parkir pasar. Dia menanyakan saya ke kasir parkir dan menyuruh anak buah saya menelepon. Petugas kami kan orang baru, tidak tahu apa-apa dan tidak pegang data, akhirnya dia marah-marah," kata Abor kepada awak media.
Baca Juga: Polisi Sita Sabit 1,5 Meter, Pelajar Parungkuda Sukabumi Terluka Akibat Kecelakaan Usai Duel
Abor menyayangkan aksi tersebut karena mengintimidasi pekerja baru yang sama sekali tidak mengetahui persoalan yang dibawa oleh pelaku.
Ia menilai tindakan pria tersebut salah alamat. Sebab, pengelolaan parkir internal rumah sakit tidak memiliki kaitan dengan persoalan parkir Pasar Palabuhanratu yang saat ini sedang dibahas oleh pihak KKS bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi.
"Ini salah kaprah. Pekerja di rumah sakit tidak ada urusannya dengan masalah pasar. Kemarin kami memang hadir bersama pengacara atas perintah komisaris KKS untuk meminta ketegasan ke Disdagin, tapi tidak ada kaitannya dengan petugas pos di sini. Kami merasa diteror dengan tindakan ini," ungkapnya.
Baca Juga: Disdagin Sukabumi Tindaklanjuti Putusan MA, Pengelolaan Parkir Pasar Palabuhanratu Akan Beralih
Abor juga menduga bahwa pria berbaju oranye tersebut sedang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat mendatangi lokasi.
"Kondisinya diduga mabuk, tercium bau minuman. Sangat disayangkan perbuatan seperti itu. Kalau memang butuh saya, di pos masuk dan pos keluar itu terpampang nomor pengaduan, ada nomor kontak saya. Tinggal telepon langsung, jangan mengintimidasi anak buah saya yang lagi kerja," kata dia.
Pihak KKS, lanjut Abor, belum menentukan langkah hukum terkait aksi pria tersebut. Ia menyebut keputusan untuk melaporkan kejadian itu ke polisi masih menunggu arahan dari pimpinan.
"Masih menunggu arahan," pungkasnya.















