SUKABUMIUPDATE.com - Video seorang warga yang memperlihatkan satu unit traktor roda empat (TR4) atau jonder bantuan pemerintah tengah terparkir di Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam video tersebut, warga menyebut TR4 itu sebelumnya berada di Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi. Ia kemudian mengaitkan keberadaan alat mesin pertanian (alsintan) tersebut dengan dugaan penggelapan yang menurutnya terjadi sekitar satu tahun sebelumnya.
.
"Izin melaporkan Bapak Bupati Sukabumi, Bapak Kadis Pertanian Kabupaten Sukabumi. Ini Pak, ini alsintan bantuan pemerintah yang harganya ratusan juta. Yang kemarin, satu tahun yang lalu ya, yang diduga digelapkan oleh oknum Ketua Pertanian yang ada di Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap. Alsintan tersebut sekarang ditemukan oleh saya di daerah Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog,” ujar warga dalam video tersebut.
Selain mempersoalkan keberadaan TR4, warga mengaku kesulitan mendapatkan informasi dari petugas terkait. Ia menyebut telah beberapa kali menghubungi petugas BPP Kecamatan Cidadap dan UPTD Pertanian wilayah setempat melalui telepon, namun tidak mendapatkan respons.
Baca Juga: Petani Tiba-tiba Terlilit Utang Rp48,6 Juta, Distan Sukabumi Mengaku Tak Tahu Program Singkong
Atas kondisi tersebut, ia meminta Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengevaluasi BPP Kecamatan Cidadap dan UPTD Pertanian wilayah setempat.
"Kami mohon kepada Bapak Kadis untuk segera mengevaluasi BPP Kecamatan Cidadap dan UPTD wilayah Dapil 5 ini, wilayah 7 ya, kami mohon segera dievaluasi," ujarnya.
BPP Cidadap Jelaskan Keberadaan TR4
Menanggapi informasi yang beredar, Kepala BPP Kecamatan Cidadap, Bayu Rustandi, memberikan penjelasan mengenai keberadaan TR4 tersebut. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang diketahuinya.
Bayu mengatakan, unit tersebut merupakan bantuan yang diusulkan melalui organisasi Tani Merdeka untuk Kelompok Tani Arsina di Desa Hegarmulya.
Menurut Bayu, bantuan tersebut bersumber dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian dan didistribusikan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi sekitar Juni 2025.
Saat unit tiba di Hegarmulya, lanjut Bayu, wilayah tersebut belum memasuki masa penggunaan alat. Kelompok tani bersama tim Tani Merdeka kemudian sepakat agar TR4 digunakan di luar Hegarmulya.
“Karena di Hegarmulya belum masa penggunaan, akhirnya kelompok dan tim Tani Merdeka sepakat untuk digunakan di luar Hegarmulya,” jelas Bayu kepada sukabumiupdate.com, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Maut di Pelabuhan II Cikembar Sukabumi: Dalam Dua Hari, Renggut Dua Nyawa Pemotor
Bayu menyebut unit tersebut kemudian digunakan di sejumlah kecamatan sebelum kembali diarahkan ke wilayah Hegarmulya.
Terkait mekanisme penggunaan TR4 di luar Hegarmulya, Bayu mengaku belum memperoleh informasi secara rinci.
Namun, berdasarkan informasi dari kelompok tani, pada awal penggunaannya unit tersebut sempat disewakan.
“Kalau menurut kelompok, ketika pas awal sewa, tapi teu aya pemasukan ke kelompok,” ujar Bayu.
Bayu mengatakan sejak awal dirinya belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai pengelolaan penggunaan unit tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, uang dari penggunaan traktor disebut habis untuk biaya operasional.
“Dari awal saya juga tidak mendapatkan informasi yang jelas, tapi katanya habis oleh biaya operasional,” katanya.
Baca Juga: Truk KDMP di Sukabumi Kembali Angkut Kayu, Kali Ini Lintasi Hutan Pasir Piring
Bayu juga mengaku belum mengetahui secara pasti pihak yang menyewa atau menggunakan jasa TR4 tersebut. Ia menyebut ada beberapa orang di sejumlah kecamatan yang menggunakan jasa unit tersebut.
BPP Cidadap: Traktor Aman, Tidak Dijual dan Hanya Mogok
Mengenai dugaan penggelapan yang disampaikan warga, Bayu mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi bahwa TR4 tersebut dijual atau dipindahtangankan.
“Belum ada informasi kalau dijual atau dipindahtangankan,” kata Bayu.
Sementara mengenai keberadaan terakhir unit tersebut di Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, Bayu mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, TR4 itu sedang mengalami kerusakan atau mogok.
"Menurut informasi, unit TR4-nya mogok dan posisi di Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog. Traktor aman," pungkasnya.















