SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), drh Slamet, tidak hadir dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156. Ia mengatakan tidak menerima undangan untuk menghadiri kegiatan tersebut.
“Saya tidak hadir, karena memang tidak ada undangan,” kata Slamet dikonfirmasi sukabumiupdate.com pada Senin (14/9/2026).
Diketahui, HJKS diperingati setiap 10 September, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal P Meijer pada 10 September 1870. Tahun ini, ada beberapa agenda utama yaitu upacara sekar budaya, penyematan tanda kehormatan, dan rapat paripurna istimewa DPRD. Belum termasuk sejumlah kegiatan lain.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Cikahuripan, Slamet Datang Bawa Bantuan untuk Warga Terdampak
Alih-alih mempersoalkannya, Slamet yang merupakan legislator dari daerah pemilihan Sukabumi, memilih berbaik sangka. Menurut dia, panitia mungkin luput mengundangnya di tengah banyaknya acara yang digelar.
“Saya tetap berbaik sangka. Panitia mungkin lupa, karena saya tahu banyak kegiatan dan acara untuk mensyukuri hari jadi kabupaten,” ujarnya.
Bagi Slamet, kehadiran dalam seremoni bukan ukuran kontribusi seorang wakil rakyat. Selama ini ia konsisten membawa kepentingan masyarakat Sukabumi melalui kerja di Komisi IV DPR RI, terutama dalam mendorong program yang menyentuh sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga penguatan kesejahteraan warga yang menggantungkan hidup pada sumber daya alam.
Berbagai dorongan program itu menjadi bagian dari upaya Slamet memperjuangkan kepentingan petani, peternak, nelayan, dan kelompok masyarakat lainnya di Sukabumi. Ia menyebut kerja untuk daerah pemilihan tidak berhenti pada momentum perayaan hari jadi atau ada-tidaknya undangan dari pemerintah daerah.
“Diundang atau tidak, itu tidak akan mengurangi ikhtiar kita untuk terus berkontribusi untuk Sukabumi,” kata Slamet.
Sikap itu membuat persoalan ketidakhadirannya dalam HJKS ke-156 berhenti sebagai urusan agenda. Slamet memilih mengukur relasinya dengan Sukabumi melalui kerja dan program yang diperjuangkan, bukan dari kursi yang tersedia dalam sebuah acara.
Ia menyebut perayaan hari jadi berlangsung sehari, sedangkan kepentingan petani, peternak, nelayan, dan warga Sukabumi, menuntut kerja yang terus berjalan.
















