SUKABUMIUPDATE.com - Sukabumi Expo 2026 resmi dibuka di Lapangan Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, Kamis (10/9/2026) malam. Tak sekadar menjadi ajang hiburan dan promosi daerah, gelaran dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 ini juga membawa peluang besar bagi masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM hingga ribuan kesempatan kerja.
Pembukaan Sukabumi Expo 2026 dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi Asep Japar. Kegiatan tersebut diikuti perangkat daerah, BUMN, BUMD, pelaku UMKM, sektor swasta, serta berbagai pihak yang ikut berkolaborasi dalam memeriahkan HJKS ke-156.
Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, Sukabumi Expo memiliki peran penting sebagai sarana untuk mempromosikan potensi daerah, memperkenalkan inovasi dan capaian pembangunan, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
"Sukabumi Expo ini memiliki tujuan sebagai sarana promosi potensi daerah, memperkenalkan inovasi dan pencapaian pembangunan, menggalang kolaborasi dan investasi, memotivasi masyarakat untuk berkontribusi pada pembangunan, serta menciptakan kesadaran dan kebersamaan dalam memajukan daerah," kata Asep Japar.
Baca Juga: Makna di Balik Prosesi Penyiraman Air 4 Penjuru Sukabumi dalam Sekar Budaya HJKS ke-156
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus merefleksikan berbagai capaian pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Di sisi lain, keberadaan Sukabumi Expo diharapkan mampu menjadi penggerak perekonomian daerah melalui pengembangan kreativitas lokal dan UMKM.
"UMKM mampu menjadi daya ungkit yang kuat dalam mewujudkan misi kedua Pemerintah Kabupaten Sukabumi yaitu membangun infrastruktur, pelayanan dasar, dan penunjang perekonomian yang merata dan inklusif," ujarnya.
Asep menegaskan, HJKS ke-156 mengusung tema "Memacu Agroindustri, Memajukan Pariwisata". Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen sekaligus arah pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depan.
Selama empat hari, mulai 10 hingga 13 September 2026, Sukabumi Expo menjadi ruang etalase pembangunan dan panggung kolaborasi. Masyarakat dapat melihat berbagai hasil pembangunan serta pelayanan publik dari organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Sukabumi.
Selain itu, program unggulan BUMN, BUMD dan sektor swasta turut ditampilkan sebagai bentuk kemitraan strategis dalam mendorong investasi dan perekonomian daerah.
"Yang ketiga, kreativitas dan produk lokal UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat yang terus kita dorong agar mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas," jelasnya.
Yang tak kalah menarik, Sukabumi Expo 2026 juga menghadirkan job fair yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses informasi dan lowongan pekerjaan.
Asep Japar menyebut, untuk penempatan tenaga kerja luar negeri tersedia sebanyak 7.275 lowongan, dengan tujuan Timur Tengah, Eropa, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Hongkong. Sementara untuk lowongan kerja dalam negeri tersedia sebanyak 150 posisi.
"Job fair ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi lowongan pekerjaan yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran," katanya.
Baca Juga: Sekar Budaya HJKS ke-156, Bupati Ajak Seluruh Pihak Bersinergi Bangun Sukabumi
Asep berharap Sukabumi Expo tidak berhenti sebagai ruang hiburan dan belanja masyarakat. Lebih dari itu, ia ingin kegiatan tersebut mampu melahirkan peluang investasi baru, khususnya di sektor agrobisnis dan pariwisata.
"Saya berharap Sukabumi Expo ini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan belanja bagi masyarakat, tetapi juga menjadi peluang investasi baru di sektor agrobisnis dan pariwisata," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi Dani Tarsoni mengatakan, Sukabumi Expo 2026 diikuti seluruh perangkat daerah, BUMD, UMKM dan pelaku usaha di Kabupaten Sukabumi.
Menurut Dani, kegiatan tersebut mengusung tema "Sukabumi Mubarakah: Memacu Agroindustri dan Memajukan Pariwisata" dan berlangsung hingga 13 September 2026.
" Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan produk unggulan UMKM, pariwisata, investasi, dan ekonomi kreatif Kabupaten Sukabumi, serta memperluas jaringan bisnis dan membuka peluang kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, investor, dan masyarakat," kata Dani.
Ia menambahkan, Sukabumi Expo juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar regional, nasional hingga internasional.
Dalam pelaksanaannya, terdapat 57 stan yang terpasang. Stan tersebut terdiri dari stan perangkat daerah serta stan di luar perangkat daerah sebanyak sembilan unit.
Menariknya, geliat ekonomi dari rangkaian kegiatan Expo bahkan telah terlihat sejak soft opening pada 26 Agustus 2026.
Dani mengungkapkan, omzet yang tercatat selama pelaksanaan kegiatan Pesta Rakyat hingga saat ini telah mencapai sekitar Rp2,6 miliar.
"Jumlah pengunjung rata-rata 1.500 orang per hari, dan pada hari Sabtu-Minggu sebanyak 3.000 orang," ungkapnya.
Tak hanya menghadirkan produk dan promosi daerah, Disdagin juga menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk menghadirkan job fair di area Expo.
Dani menyebut, kegiatan Sukabumi Expo 2026 merupakan kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi melalui Disdagin dengan PT Buana Citra Promosindo.
"Kegiatan kita pada hari ini murni semuanya dilaksanakan non-APBD," pungkasnya.















