Misteri Kematian Kontraktor di Bantargadung Sukabumi: Pingsan Usai Minum Kopi, Keluarga Minta Autopsi

Sukabumiupdate.com
Rabu 19 Agu 2026, 13:39 WIB
Misteri Kematian Kontraktor di Bantargadung Sukabumi: Pingsan Usai Minum Kopi, Keluarga Minta Autopsi

Didampingi pihak kepolisian, jenazah Yusuf saat tiba di RSUD Sekarwangi Cibadak Sukabumi. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Seorang kontraktor asal Kabupaten Sukabumi, Yusuf (44), meninggal dunia secara mendadak setelah menghadiri rapat di sebuah kafe di Kecamatan Bantargadung, Selasa (18/8/2026).

Sebelum kondisinya memburuk, Yusuf disebut tengah menghadiri rapat terkait urusan pembayaran proyek pembangunan sekolah.

Di tengah alur pertemuan tersebut, Yusuf sempat menyeruput secangkir kopi sebelum tiba-tiba ambruk dan dilarikan ke Puskesmas Bantargadung menggunakan ambulans Desa Mangunjaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Bantargadung, Widya, mengatakan Yusuf tiba di puskesmas sekitar pukul 15.30 WIB dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri.

"Kurang lebih jam 15.30. Petugas Puskesmas Bantargadung menerima ambulans beralamat Desa Mangunjaya yang membawa seorang laki-laki dengan kondisi pingsan," ujar Widya kepada awak media, Rabu (19/8/2026).

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, kondisi Yusuf ternyata sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

"Setelah diperiksa, ternyata pasien tersebut sudah henti napas, henti jantung, dan henti nadi. Secara biologis atau klinis, pasien dinyatakan meninggal," ungkapnya.

Baca Juga: Angin Kencang dan Gelombang 1,5 Meter Hambat Pencarian Nadif di Pantai Karangnaya Sukabumi

Widya menjelaskan, pihak puskesmas tidak dapat memastikan secara pasti kapan Yusuf meninggal, apakah saat masih berada di kafe atau ketika dalam perjalanan menuju puskesmas.

"Kalau meninggalnya secara terperinci kita tidak tahu di mananya. Ketika diterima petugas di Puskesmas Bantargadung, kondisinya sudah meninggal," jelasnya.

Identitas Yusuf kemudian diketahui pihak keluarga setelah salah seorang petugas puskesmas yang mengenal korban menghubungi kakak kandungnya dan mengirimkan foto Yusuf.

Kematian mendadak tersebut membuat keluarga terpukul. Terlebih, menurut pihak keluarga, Yusuf sebelumnya tidak menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan dan tidak diketahui memiliki riwayat penyakit serius.

Kakak almarhum, Ayub Suherman, mengatakan keluarga awalnya mendapat informasi bahwa Yusuf meninggal setelah mengikuti rapat dan sempat minum kopi.

"Dari pihak keluarga awalnya tidak tahu permasalahannya. Tiba-tiba kami mendapat informasi bahwa Pak Yusuf meninggal ketika sedang rapat, setelah minum kopi. Karena itu keluarga ingin memastikan penyebab kematiannya," ujar Ayub.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Sukabumi Terima 60 Siswa Baru, Pemkab Siapkan Gedung Permanen di Cicurug

Untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti, keluarga kemudian sepakat meminta dilakukan autopsi. Menurut Ayub, langkah tersebut ditempuh semata-mata untuk mendapatkan kepastian medis dan mencegah munculnya berbagai spekulasi.

Saat ini, jenazah Yusuf berada di Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Sekarwangi, Cibadak, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, kepolisian juga melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut. Petugas disebut telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi tempat Yusuf sebelumnya berada, termasuk kafe yang menjadi tempat pertemuan.

Meski sebelum kejadian Yusuf diketahui menghadiri agenda terkait pembayaran proyek pembangunan sekolah, keluarga maupun aparat belum menyimpulkan adanya kaitan antara urusan tersebut dengan kematiannya.

Kepastian mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik serta penyelidikan kepolisian.

Sementara itu, istri almarhum, Rini, mengaku tidak menyangka suaminya yang berangkat bekerja justru kemudian mendapat kabar telah meninggal dunia.

"Tadi waktu berangkat kami ketemu, seperti biasa. Tidak ada yang aneh, masih normal saja. Beliau pamit untuk berangkat bekerja," kata Rini.

"Saya tidak menyangka. Tadi masih bertemu, seperti biasa. Kemudian mendapat informasi sudah meninggal," sambungnya.

Baca Juga: Kala Gubernur KDM Undang Rais Syuriah Jelang Muktamar NU: Silaturahmi atau Politik Intervensi

Yusuf meninggalkan lima orang anak. Bagi keluarga, hasil pemeriksaan forensik kini menjadi harapan untuk menjawab pertanyaan yang masih menyelimuti kematian mendadak tersebut.

Ayub kembali menegaskan, permintaan autopsi merupakan kesepakatan keluarga untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian Yusuf.

"Kesepakatan keluarga untuk dilakukan autopsi agar kami mengetahui secara jelas apa penyebab meninggalnya almarhum," pungkasnya.

Sementara itu,  area cafe tempat Yusuf mengikuti pertemuan telah dipasangi garis polisi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum Yusuf ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab pasti meninggalnya Yusuf. Kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.

Berita Terkait
Berita Terkini