28 dari 47 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Rawan Kekeringan

Sukabumiupdate.com
Selasa 18 Agu 2026, 14:36 WIB
28 dari 47 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Rawan Kekeringan

Kondisi sawah di Kabupaten Sukabumi yang terdampak kekeringan. Foto diambil di Kecamatan Ciracap pada Agustus 2026. | Foto: SU/Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Kemarau 2026 membuka peta merah Kabupaten Sukabumi. Di balik bentang wilayahnya, 28 dari 47 kecamatan masuk kategori rawan kekeringan. Ini menjadi alarm bahwa persoalan air terus berulang dan menjangkau lebih dari setengah jumlah kecamatan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Sendi Apriadi mengatakan masalah ini seharusnya telah bisa dipetakan. "Kekeringan di Sukabumi sudah mutlak, artinya setiap tahun pasti terjadi,” kata dia saat ditemui sukabumiupdate.com, Jumat, 7 Agustus 2026.

Dari pemetaan Disperkim dan pengalaman BPBD dalam distribusi air bersih, wilayah rawan itu mencakup kawasan tengah, selatan, sebagian utara Kabupaten Sukabumi. Bahkan 11 kecamatan memiliki tingkat kritis kekeringan teratas menurut kombinasi pemicu geologis hingga hidrologis.

Baca Juga: Distan Catat 8.925 Hektare Sawah di Kabupaten Sukabumi Dilanda Kekeringan

Ancaman itu semakin nyata setelah hingga akhir Juli 2026, BPBD mencatat 4.638 keluarga di 16 desa mengalami kesulitan air bersih. Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlaku sejak 23 Juli hingga 30 September 2026.

Apa yang membuat krisis air bersih terus berulang setiap kemarau? Sukabumiupdate.com mengulas lebih jauh soal peta kerawanan, wilayah paling kritis, hingga masalah sumber air dan infrastruktur yang membuat kekeringan tak kunjung tuntas. Baca di halaman teras.id.

Berita Terkait
Berita Terkini