Distan Catat 8.925 Hektare Sawah di Kabupaten Sukabumi Dilanda Kekeringan

Sukabumiupdate.com
Kamis 13 Agu 2026, 18:00 WIB
Distan Catat 8.925 Hektare Sawah di Kabupaten Sukabumi Dilanda Kekeringan

Kepala Distan Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin. | Foto: SU/Oksa Bachtiar Camsyah

SUKABUMIUPDATE.com - Kemarau panjang telah mengguncang lumbung pangan Kabupaten Sukabumi. Hingga 31 Juli 2026, Dinas Pertanian (Distan) mencatat 8.925 hektare sawah dan tegalan terdampak kekeringan.

Kepala Distan Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin mengatakan kekeringan yang berlangsung hampir dua bulan itu telah menjalar ke 47 kecamatan. Pabuaran menjadi wilayah dengan dampak terluas mencapai 3.125 hektare.

Menurut dia, persoalan utama bukan irigasi rusak, melainkan mengeringnya mata air dan menyusutnya debit, bahkan sungai besar seperti Cikaso. Aep menyebut total luas sawah Kabupaten Sukabumi lebih dari 62 ribu hektare.

Bupati Sukabumi, lanjut dia, telah menginstruksikan berbagai upaya untuk menyelamatkan tanaman yang masih mungkin dipertahankan. Salah satunya di Kecamatan Palabuhanratu, ketika 50 hektare sawah mengalami kekeringan.

Baca Juga: Membaca Wajah Krisis Air di Sukabumi

"Di Palabuhanratu sumber airnya masih ada, pompa bisa diturunkan. Di wilayah selatan lain, terutama Pajampangan, susah karena sumber airnya tak ada,” kata dia kepada sukabumiupdate.com, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan lewat Keputusan Bupati Sukabumi Nomor: 300.2.1/Kep. 624-BPBD/2026. Status ini berlaku sejak 23 Juli hingga 30 September 2026 dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan penanganan.

Lalu bagaimana kemarau mengubah peta pertanian Kabupaten Sukabumi dan seberapa besar ancaman kerugian yang mengintai petani? Baca laporan utamanya di halaman teras.id dalam artikel berjudul "Dampak Kemarau: Hampir 9 Ribu Hektare Sawah Kekeringan".

Berita Terkait
Berita Terkini