Berandal Motor Berbendera Persib di Sukabumi Diduga Sempat Ambil Motor Satpam SPPG usai Dikeroyok

Sukabumiupdate.com
Minggu 09 Agu 2026, 22:58 WIB
Berandal Motor Berbendera Persib di Sukabumi Diduga Sempat Ambil Motor Satpam SPPG usai Dikeroyok

Tangkapan layar berandal motor diduga mengibarkan bendera persib saat melakukan penyerangan terhadap korban. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Pengeroyokan terhadap Rafik Andrean (27), seorang satpam SPPG di wilayah Sukabumi, tidak hanya meninggalkan luka serius pada tubuh korban. Motor, tas, dan telepon genggam miliknya juga sempat menghilang dari lokasi setelah kejadian.

Rafik menjadi korban pengeroyokan sekelompok berandal motor pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Saat itu, ia sedang menjalankan tugas membeli garam ke Pasar Cisaat bersama seorang asisten lapangan.

Istri korban, Meisya Dea Najwa, mengatakan setelah pengeroyokan terjadi, rekannya sempat kembali ke lokasi untuk mencari motor milik Rafik. Namun, kendaraan tersebut sudah tidak ditemukan.

"Motor, tas sama HP suami saya itu nggak ada, hilang di lokasi. Sempat balik lagi sama temannya suami saya dicari, tapi nggak ada di lokasi," kata Meisya kepada sukabumiupdate.com. Minggu (9/8/2026).

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Simpenan Sukabumi Nyaris Menjalar ke Permukiman Warga

Meisya menduga motor dan barang-barang milik suaminya sempat dibawa oleh kelompok berandal motor yang melakukan pengeroyokan.

Namun, keesokan paginya, saat keluarga hendak membuat laporan ke Polres, mereka justru mendapatkan informasi bahwa motor tersebut sudah berada di kantor kepolisian.

"Paginyanya mau laporan ke Polres, ternyata motor sudah ada di Polres. Katanya ada warga yang nganterin. Tas sama HP juga ada," ujarnya.

Menurut Meisya, informasi yang diterima keluarga menyebutkan bahwa warga menemukan motor, tas, dan telepon genggam tersebut pada pagi hari dalam kondisi tidak diketahui siapa pemiliknya.

"Kalau kata warga pas pagi-pagi itu ada motor, tas sama HP tapi nggak ada yang punya, jadi dianterin ke Polres," katanya.

Baca Juga: Terekam CCTV, Satpam SPPG di Sukabumi Jadi Korban Pembacokan Berandal Motor Berbendera Persib

Keluarga pun telah membuat laporan polisi. Namun, motor milik Rafik hingga kini belum dapat diambil karena masih berkaitan dengan proses penanganan perkara.

Selain persoalan barang milik korban, keluarga juga menduga kelompok yang melakukan pengeroyokan merupakan kelompok pendukung Persib Bandung.

Dugaan tersebut, menurut Meisya, didasarkan pada rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan sejumlah orang membawa atau mengibarkan bendera Persib saat kejadian.

"Kenapa saya bilang pelakunya itu Bobotoh Persib, soalnya dari CCTV kelihatan mereka ngibarin bendera Persib. Pokoknya bawa bendera Persib," ujarnya.

Meisya menegaskan informasi tersebut merupakan dugaan berdasarkan rekaman CCTV yang mereka lihat. Sementara itu, kondisi Rafik masih menjalani perawatan di rumah sakit. Korban disebut sudah sadar dan kondisinya mulai membaik, tetapi dokter menyampaikan adanya pendarahan di bagian otak.

Rafik juga mengalami luka akibat senjata tajam di sekitar alis dekat mata serta bagian belakang kepala.

Kasus pengeroyokan tersebut kini telah dilaporkan kepada kepolisian. Keluarga berharap rekaman CCTV, keterangan saksi, serta barang-barang korban yang telah diamankan dapat membantu polisi mengungkap para pelaku.

Berita Terkait
Berita Terkini