Anugerah Desa Mubarokah 2026, DPMD Sukabumi Verifikasi Administrasi & Inovasi Desa Nanggerang Cicurug

Sukabumiupdate.com
Selasa 04 Agu 2026, 17:43 WIB
Anugerah Desa Mubarokah 2026, DPMD Sukabumi Verifikasi Administrasi & Inovasi Desa Nanggerang Cicurug

Tim DPMD Kabupaten Sukabumi melakukan verifikasi Anugerah Desa Mubarokah 2026 di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Selasa (4/8/2026). (Sumber Foto: SU/Ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com - Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menjadi perwakilan Kecamatan Cicurug dalam penilaian Anugerah Desa Mubarokah 2026 tingkat Kabupaten Sukabumi.

Tahapan penilaian itu berlanjut dengan verifikasi terhadap hasil ekspos yang sebelumnya disampaikan desa. Tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi kemudian mencocokkannya dengan dokumen pendukung yang tersedia di Desa Nanggerang, Selasa (4/8/2026).

Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat Desa DPMD Kabupaten Sukabumi, Budiarto, mengatakan sebelum verifikasi, desa-desa yang menjadi perwakilan dari masing-masing kecamatan terlebih dahulu mengikuti ekspos sekitar sepekan sebelumnya.

Menurutnya, verifikasi lebih difokuskan untuk memastikan hal-hal yang disampaikan dalam ekspos memang tersedia dan dapat dibuktikan melalui dokumen di desa.

“Sebetulnya, verpalnya itu bukan verifikasi lapangan kita melihat ke lapangan sebetulnya, verifikasi lebih ke data sebetulnya,” kata Budiarto kepada sukabumiupdate.com.

Ia menjelaskan, terdapat dua aspek yang dinilai dalam Anugerah Desa Mubarokah. Pertama, 12 indikator program Bupati Sukabumi. Kedua, Standar Pelayanan Minimal (SPM) pemerintahan desa.

Baca Juga: DPMD Sukabumi: Desa Ujunggenteng Diuji 12 Indikator dalam Verifikasi Anugerah Desa Mubarokah 2026

Sebelum masuk ke tingkat kabupaten, penilaian dilakukan terlebih dahulu di tingkat kecamatan. Dari tahapan tersebut, Desa Nanggerang memperoleh nilai tertinggi dibanding desa-desa lainnya di Kecamatan Cicurug.

“Kalau dilihat dari penilaian yang dilaksanakan tingkat kecamatan dulu, ternyata Desa Nanggerang ini merupakan desa yang nilainya tertinggi dibanding dengan desa-desa yang lain,” ujarnya.

Dari proses tersebut, Desa Nanggerang kemudian menjadi perwakilan Kecamatan Cicurug untuk dinilai di tingkat Kabupaten Sukabumi.

Budiarto mengatakan, salah satu hal yang menonjol dari Desa Nanggerang adalah inovasi. Salah satunya program keumatan berupa zakat, infak dan sedekah (ZIS).

Namun, penilaian tidak hanya melihat inovasi. Kinerja pemerintahan desa juga menjadi bagian yang diperhatikan, termasuk administrasi, infrastruktur, serta sarana dan prasarana.

“Selain dari inovasi yang ada di desa ini, untuk administrasi pemerintahan desa juga cukup bagus di sini. Selain infrastruktur, sarana prasarana bangunan yang cukup menonjol dibanding dengan desa-desa yang lain,” katanya.

Dalam proses verifikasi, seluruh program yang dipaparkan desa juga diperiksa datanya. Mulai dari program inovasi, pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur.

Bukti kegiatan seperti dokumen, berita acara, foto dan data menjadi bagian yang dicocokkan oleh tim.

“Betul tidak ada kegiatan ini, mana buktinya, mana evidennya, mana berita acaranya, seperti itu semua itu,” jelasnya.

Budiarto menilai, dari proses tersebut data Desa Nanggerang secara umum cukup lengkap dan dapat dibuktikan dengan berbagai eviden.

“Memang hampir keseluruhan lengkap datanya. Ada datanya. Bisa dibuktikan dengan evident-evident, dengan foto-foto dan data,” ujarnya.

Meski begitu, menurut Budiarto, setiap desa tetap memiliki kelebihan dan kekurangan. Ia menilai kekurangan di Desa Nanggerang relatif minimal dan masih dapat diselesaikan atau diperbaiki.

“Kalau saya kira yang ini cukup minimal gitu kekurangannya. Itu masih bisa diselesaikan, bisa dibereskan atau diperbaiki sebetulnya,” katanya.

Budiarto menegaskan, penilaian Desa Mubarokah bukan sekadar mencari desa yang menjadi juara. Menurutnya, kegiatan tersebut lebih diarahkan sebagai evaluasi bagi desa untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

“Penilaian Desa Mubarokah itu sebenarnya lebih ke evaluasi sebetulnya. Bagi desa-desa ini, ‘Oh ini kelebihannya, oh ini kekurangannya’,” ujarnya.

Ia menyebut penilaian Desa Mubarokah baru dilaksanakan Kabupaten Sukabumi pada tahun ini dan merupakan program prioritas kabupaten yang diinisiasi Bupati Sukabumi.

Menurutnya, program tersebut juga berkaitan dengan penilaian desa di tingkat Provinsi Jawa Barat. Tahun sebelumnya, provinsi telah melaksanakan Lomba Desa Sri Baduga.

Jika tahun depan kembali ada penilaian di tingkat provinsi, Kabupaten Sukabumi nantinya akan mengirimkan perwakilan dari desa yang menjadi juara Desa Mubarokah.

Dalam tahapan tingkat kabupaten, Desa Nanggerang merupakan perwakilan dari wilayah dua. Budiarto menjelaskan, penilaian sebelumnya dilakukan di masing-masing kecamatan, kemudian desa-desa perwakilan tersebut dikelompokkan berdasarkan wilayah.

“Desa Nanggerang itu mewakili tiga desa di wilayah dua. Jadi kemarin itu dinilai itu per wilayah. Semua per kecamatan, nanti diambil per wilayah satu, dua, tiga. Termasuk Desa Nanggerang masuk di wilayah dua,” katanya.

Setelah seluruh proses verifikasi selesai, tim akan mengumpulkan nilai dan melakukan musyawarah bersama tim lainnya untuk menentukan hasil akhir.

Dari proses tersebut nantinya akan ditentukan peringkat satu, dua dan tiga Desa Mubarokah tingkat Kabupaten Sukabumi.

“Barulah muncul akan muncul hasil juara penilaian Desa Mubarokah tingkat satu, dua, tiga. Tidak akan ada penilaian lagi, selesai,” ujar Budiarto.

Sementara itu, Kepala Desa Nanggerang, Unang Suwandi, mengatakan verifikasi yang dilakukan tim kabupaten mencakup administrasi dan fakta di lapangan.

Dalam tahapan tersebut, pihaknya menyampaikan berbagai kegiatan yang beririsan dengan 12 program Bupati Sukabumi.

Menurut Unang, ada dua hal yang paling menonjol di Desa Nanggerang, yakni program keumatan dan program ketahanan pangan berbasis lokasi atau muatan lokal Desa Nanggerang.

“Satu program keumatan berupa ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) dan program ketahanan pangan yang berbasis muatan lokal,” kata Unang.

Terkait hasil penilaian, Unang mengatakan menang atau kalah bukan menjadi tujuan utama pemerintah desa.

“Yang pertama mungkin satu, menang dan kalah itu nomor dua bagi saya. Yang penting kita sudah melaksanakan kewajiban,” ujarnya.

Ia berharap proses tersebut tidak berhenti pada penilaian, tetapi juga membuat keberadaan program yang telah berjalan di Desa Nanggerang dapat diketahui dan disebarluaskan kepada wilayah lainnya.

“Eksistensi program keumatan ini saya kira ini perlu disebarluaskan kebaikan ini kepada wilayah-wilayah yang lain,” katanya.

Unang berharap program tersebut setidaknya dapat diketahui desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi, bahkan lebih luas hingga tingkat Provinsi Jawa Barat. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini