SUKABUMIUPDATE.com – Kemarau panjang yang melanda wilayah Sukabumi Selatan mulai berdampak pada salah satu destinasi wisata alam unggulan, Curug Cikaso, di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.
Air terjun yang dikenal memiliki tiga aliran utama, yakni Curug Aseupan, Curug Meong, dan Curug Aki, kini mengalami penurunan debit air cukup signifikan.
Curug Cikaso, yang juga dikenal sebagai Curug Luhur, selama ini menjadi ikon wisata alam karena aliran airnya yang berasal dari anak Sungai Cikaso, yaitu Sungai Cicurug.
Biasanya, ketiga aliran air tersebut mengalir deras dari tebing setinggi sekitar 80 meter dengan bentangan mencapai 100 meter. Namun, akibat musim kemarau yang berkepanjangan, aliran air kini hanya tersisa sedikit sehingga dinding bebatuan air terjun tampak jelas.
Pengelola Curug Cikaso, Gozal, mengatakan penurunan debit air terjadi akibat hampir tiga bulan wilayah tersebut tidak diguyur hujan.
"Sudah hampir tiga bulan tidak turun hujan, membuat kondisi Curug Cikaso mengalami penurunan debit air. Sekarang memang masih ada aliran air, namun kecil sehingga terlihat tebing bebatuan dengan ketinggian sekitar 80 meter dan lebar tebing sekitar 100 meter," ujar Gozal kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Jika biasanya Curug Cikaso menjadi tujuan favorit wisatawan lokal maupun luar daerah, kini pengunjung yang datang hanya satu hingga dua orang dalam sehari.
"Dampaknya kepada pengunjung sepi, mungkin hanya satu atau dua orang dan mereka pun tidak lama berada di lokasi," ucapnya.
Meski aliran air dari atas tebing menyusut, Gozal menjelaskan kolam alami di bawah air terjun yang memiliki kedalaman sekitar 15 meter masih menyimpan air.
"Kalau di bawah tebing, pada kolamnya, masih ada air. Memang masih ada beberapa pengunjung, namun kami beritahukan bahwa air terjun mengalami kekeringan. Ada yang tetap penasaran melihat ke lokasi, ada juga yang memilih pulang kembali," katanya.
Sepinya kunjungan wisata juga dirasakan para pelaku usaha di kawasan wisata. Banyak pemilik warung memilih tidak berjualan sementara karena minim pembeli. Begitu pula para penyedia jasa angkutan perahu yang biasa mengantar wisatawan menyusuri Sungai Cikaso menuju lokasi air terjun.
Kini deretan perahu tampak hanya terparkir di bantaran Sungai Cikaso tanpa aktivitas, menunggu datangnya musim hujan yang diharapkan dapat mengembalikan debit air Curug Cikaso sekaligus menghidupkan kembali geliat wisata dan perekonomian masyarakat sekitar















