Curug Cikaso Sukabumi Diterjang Banjir Bandang, 2 Pelajar Sempat Hanyut Terseret Arus

Sukabumiupdate.com
Jumat 22 Mei 2026, 21:58 WIB
Curug Cikaso Sukabumi Diterjang Banjir Bandang, 2 Pelajar Sempat Hanyut Terseret Arus

Detik-detik proses penyelamatan pelajar yang hanyut terseret banjir bandang di Curug Sukabumi. (Sumber Foto: Tangkapan layar video/Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Suasana rekreasi di objek wisata alam Curug Cikaso, Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Jumat (22/5/2026) sore. Empat wisatawan lokal terjebak dan terseret arus banjir bandang yang datang secara tiba-tiba dari anak Sungai Cikaso, yakni Sungai Cicurug.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam tragedi laka air ini. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat berkat aksi heroik dan respons cepat dari petugas Balawista, para pengemudi perahu wisata, warga lokal, hingga komunitas pesepeda yang berada di lokasi kejadian.

Pengelola Curug Cikaso, Gozal, membeberkan bahwa kondisi debit air sejak pagi hingga pukul 13.30 WIB sebenarnya terpantau sangat normal dan bersahabat. Air terjun tampak kecil, jernih kebiruan, dengan jumlah kunjungan wisatawan yang masih relatif sepi.

“Dari pagi sampai siang kondisi air masih aman dan normal. Pengunjung juga belum ramai. Menjelang sore hari pukul 15.00 WIB, baru ada empat wisatawan lokal dan dua wisatawan asing yang datang naik perahu menuju Curug Cikaso,” ujar Gozal kepada Sukabumiupdate.com.

Petaka mulai datang sekitar pukul 15.30 WIB. Saat para pengunjung sedang asyik menikmati kesegaran air di area bebatuan tengah sungai, tiba-tiba terdengar suara dentuman gemuruh air yang sangat keras dari arah hulu sungai.

Baca Juga: 970 Wisatawan Selama 7 Hari, Kunjungan Libur Lebaran 2025 ke Curug Cikaso Sukabumi Turun Dratis

Hanya dalam hitungan detik, air bah berwarna cokelat pekat langsung menerjang dengan sangat deras. Empat pengunjung seketika terjebak di tengah kepungan arus yang menggulung.

“Dua orang pengunjung yang posisinya berada di atas batu besar berhasil dievakuasi cepat oleh warga sekitar menggunakan bentangan bilah bambu,” kata Gozal.

Namun, dua wisatawan lainnya tidak sempat menyelamatkan diri ke tempat tinggi. Tubuh keduanya langsung tersapu dan hanyut terbawa derasnya arus banjir bandang hingga beberapa meter ke hilir sungai.

Melihat ada wisatawan yang hanyut, petugas lifeguard Balawista, Hudin alias Econg bersama rekannya Iwan, langsung melompat melakukan aksi penyelamatan darurat. Berkejaran dengan arus, aksi mereka turut dibantu oleh warga, pengemudi perahu seperti Dadah dan Pepen, serta rombongan pengunjung dari komunitas sepeda.

“Dua korban yang hanyut akhirnya berhasil ditangkap dan ditolong oleh tim Balawista dibantu pengemudi perahu serta komunitas sepeda yang kebetulan sedang berada di lokasi,” ungkap Gozal lega.

Baca Juga: Kecelakaan Kerja! Pekerja Bangunan Terjepit Dinding Rumah yang Anjlok di Nagrak Sukabumi

Diketahui, dua korban yang sempat hanyut merupakan pelajar perempuan asal Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, yakni D (15 tahun) warga Desa Pasiripis dan N (15 tahun) warga Desa Sinarsari.

Gozal menjelaskan, petugas di lapangan sebenarnya sudah memiliki firasat buruk saat melihat langit di kawasan hulu mulai mendung gelap. Petugas lifeguard bahkan sudah berteriak memberikan peringatan keras agar para pelajar tersebut segera naik ke daratan.

“Petugas sebenarnya sudah menyerukan berkali-kali agar mereka cepat menepi karena takut ada air bandang susulan dari atas. Dua orang langsung patuh menepi, sementara dua korban ini tanggung masih berada di tengah sungai hingga akhirnya air bah datang mendadak,” jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, kedua korban yang syok dan mengalami luka ringan langsung diberikan penanganan medis pertama di lokasi. Setelah kondisinya dipastikan stabil, petugas gabungan langsung mengantarkan kedua pelajar tersebut pulang ke rumah masing-masing di Surade menggunakan kendaraan pribadi.

Pihak pengelola mengimbau kepada seluruh wisatawan untuk selalu mematuhi instruksi pemandu dan lifeguard di lapangan, terutama saat cuaca di area hulu mulai memasuki musim penghujan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berita Terkait
Berita Terkini