SUKABUMIUPDATE.com – Sebanyak 315 siswa SMP IT Adzkia 1 di Cisaat Kabupaten Sukabumi mendapatkan edukasi dan simulasi mitigasi bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini di Kabupaten Sukabumi yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi di Jawa Barat.
Sekretaris BPBD Kabupaten Sukabumi, Yuni Sri Heryanti, mengatakan edukasi mitigasi bencana perlu diberikan sejak bangku sekolah agar para siswa memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan ketika menghadapi situasi darurat.
"Hari ini BPBD Kabupaten Sukabumi di SMP IT Adzkia 1 Sukabumi sedang melaksanakan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana. Karena kita tahu Kabupaten Sukabumi itu indeks risiko bencananya tinggi, jadi kita mulai dari anak-anak bagaimana mereka melakukan upaya mitigasi sehingga ketika terjadi bencana bisa mengurangi risiko," ujar Yuni kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: MPLS Tak Hanya Mengenal Sekolah, Pelajar di Cibadak Sukabumi Juga Dibekali Siaga Bencana
Menurutnya, tujuan kegiatan tersebut tidak hanya membekali siswa dengan langkah-langkah penyelamatan saat bencana terjadi, tetapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana.
"Dan yang lebih utama lagi bagaimana mereka bisa mencegah jangan sampai terjadi bencana, tetapi ketika terjadi bencana mereka sudah siap sehingga akan menekan risiko," katanya.
Yuni menjelaskan, materi mitigasi bencana kini menjadi salah satu bagian dalam pelaksanaan MPLS sejalan dengan program Dinas Pendidikan yang mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan tangguh terhadap bencana.
"Ya memang seperti kita ketahui saat ini Dinas Pendidikan memiliki harapan untuk menjadikan sekolah yang aman dan nyaman dan salah satunya adalah aman dari bencana. Jadi muatan untuk anak-anak saat ini untuk aman dari bencana dan ini memang bagian dari MPLS itu sendiri," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD memperkenalkan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Sukabumi serta menjelaskan risiko yang mungkin dihadapi di lingkungan SMPIT Adzkia 1. Para siswa juga diajak mengikuti simulasi penanganan darurat dan langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.
"Tadi diawali penjelasan secara umum untuk mengenali jenis-jenis bencana, menerangkan risiko bencana khususnya di SMP IT Adzkia ini, kemudian kami juga menstimulasikan ketika terjadi bencana di SMP IT Adzkia apa saja yang harus dilakukan," ungkap Yuni.
Sementara itu, Kepala SMP IT Adzkia 1 Sukabumi, Ridwan, mengatakan pendidikan kebencanaan sengaja dimasukkan ke dalam agenda MPLS agar peserta didik memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
"Di momen MPLS ini kita memberikan edukasi tanggap bencana kepada anak-anak dengan menggandeng atau berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi. Kita menginginkan anak-anak mengetahui bagaimana cara mitigasi bencana dan cara ketika terjadi bencana," ujarnya.
Ridwan menyebutkan kegiatan tersebut diikuti sekitar 315 siswa SMP dari kelas VII hingga IX dan menjadi salah satu materi penting dalam MPLS tahun ajaran 2026/2027.
"Jumlah siswa yang terlibat sekitar 315 orang untuk SMP saja dari kelas 7-9 dan ini masuk program MPLS siswa," katanya.
Menurut Ridwan, edukasi kebencanaan sangat penting mengingat Kabupaten Sukabumi merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Meski lingkungan sekolah relatif aman, para siswa tetap perlu memahami teknik dasar mitigasi agar tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat.
"Sangat penting ya karena di daerah Sukabumi ini merupakan daerah rawan bencana, maka walaupun di sini anak-anak mengira jauh dari bencana, tapi tentunya bencana tidak bisa diperkirakan, maka hal teknik dasar mitigasi bencana itu kita sampaikan," pungkasnya. (adv)










