Suara Dentuman Hebohkan Bandung, BMKG: Bukan Anak Krakatau Juga Gempa Tapi Ada Anomali

Sukabumiupdate.com
Sabtu 05 Sep 2026, 14:48 WIB
Suara Dentuman Hebohkan Bandung, BMKG: Bukan Anak Krakatau Juga Gempa Tapi Ada Anomali

Ilustrasi suara dentuman yang hebohkan masyarakat Bandung. (Sumber : Magnifici.com).

SUKABUMIUPDATE.com – Suara dentuman yang terdengar di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya pada Sabtu (5/9/2026) dini hari hingga pagi masih menjadi perhatian masyarakat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BMKG Stasiun Geofisika Bandung melakukan pengecekan terhadap sejumlah data monitoring, mulai dari aktivitas kegempaan, petir, kondisi cuaca, hingga magnet bumi.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi mengatakan hasil pemantauan BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi di wilayah Bandung Raya yang dapat menjelaskan suara dentuman tersebut.

“Berdasarkan data yang tersedia, suara dentuman yang dilaporkan masyarakat tidak menunjukkan indikasi sebagai kejadian gempabumi di wilayah Bandung Raya,” ujar Suaidi dalam keterangan resminya, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga: Dentuman Misterius Gegerkan Warga Jabar hingga Banten, Ini Kata Kepala Badan Geologi

Ia menjelaskan, kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, pada periode sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB secara umum terpantau cerah. Arah angin saat itu bertiup dari timur ke barat.

Sementara itu, pemantauan data kegempaan BMKG juga tidak mendeteksi aktivitas seismik di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Meski demikian, BMKG menemukan adanya anomali pada catatan seismogram di Pulau Sebesi. Anomali tersebut tercatat pada pukul 16.08 UTC dan 16.32 UTC atau sekitar pukul 23.08 dan 23.32 WIB pada Jumat (4/9/2026).

“Anomali tersebut masih memerlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik, sumber, serta keterkaitannya dengan suara dentuman yang dilaporkan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Muntahkan Lava Air Mancur dan Gelegar Dentuman

Ada Anomali Magnet Bumi

Selain data kegempaan, BMKG juga memantau kondisi magnet bumi. Hasil pengamatan pada 4 September 2026 pukul 23.00 WIB hingga 5 September 2026 pukul 02.00 WIB menunjukkan adanya gangguan atau anomali yang terekam di Stasiun Magnet Bumi Sukabumi (SKB) dan Serang (SRG).

BMKG memastikan anomali tersebut bukan disebabkan aktivitas badai Matahari. Namun, data yang tersedia saat ini belum cukup untuk mengaitkan gangguan magnet bumi tersebut secara langsung dengan suara dentuman yang terdengar masyarakat.

“Tidak adanya aktivitas Badai Matahari, sehingga anomaly berasal dari aktivitas di dalam bumi. Namun, berdasarkan data yang tersedia saat ini, gangguan atau anomali magnet bumi tersebut belum dapat secara langsung dikaitkan sebagai penyebab suara dentuman yang dilaporkan masyarakat,” ungkapnya

Di sisi lain, pemantauan menggunakan Lightning Detector BMKG menunjukkan adanya aktivitas petir di wilayah Bandung dan sekitarnya. Namun, intensitasnya relatif rendah dan tidak menunjukkan aktivitas signifikan yang dapat menjelaskan laporan suara dentuman tersebut.

Baca Juga: Desa Wisata Hanjeli Sukabumi Jadi Ruang Belajar 45 Kampus dari Seluruh Indonesia

Menariknya, aktivitas petir yang cukup signifikan justru terpantau di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) pada periode yang berdekatan dengan waktu kejadian.

Aktivitas Anak Krakatau Terdeteksi

BMKG juga mendeteksi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau melalui data citra satelit serta aktivitas petir yang cukup signifikan di sekitar gunung api tersebut.

Namun, kondisi angin saat aktivitas erupsi berlangsung bergerak dari timur ke barat. Karena itu, BMKG belum dapat memastikan bahwa suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi dari Data BMKG, yaitu: Citra Satelit, Aktivitas petir yang cukup signifikan di sekitar GAK. Namun, arah angin pada saat aktivitas erupsi GAK terjadi berarah Timur ke Barat, sehingga kemungkinan suara dentuman berasal dari Sumber lain dan masih memerlukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan data lainnya,” kata Suaidi.

Baca Juga: Goa Putih Sukabumi, Wisata Alam Tersembunyi di Hutan Gunung Walat untuk Pecinta Susur Goa

Dengan demikian, berdasarkan hasil pemantauan sementara, suara dentuman yang dilaporkan masyarakat di Bandung Raya tidak menunjukkan indikasi sebagai kejadian gempa bumi.

BMKG Stasiun Geofisika Bandung masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan, petir, magnet bumi, dan kondisi atmosfer.

BMKG juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai sumber suara dentuman yang dilaporkan masyarakat tersebut.

Sebelumnya suara dentuman disertai getaran dilaporkan dirasakan sejumlah warga di berbagai wilayah, khususnya Jawa Barat dan Banten. Fenomena tersebut terjadi sejak Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) pagi.

 

Berita Terkait
Berita Terkini