SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Yusuf Maulana, melaksanakan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 bersama masyarakat Kampung Cimuncang, Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Masa Reses III DPRD Provinsi Jawa Barat Tahun Sidang 2025–2026 yang berlangsung pada 10 Juni hingga 22 Juni 2026. Masa reses menjadi momentum bagi setiap anggota DPRD untuk kembali ke daerah pemilihannya, bertemu langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi, mendengarkan berbagai persoalan di lapangan, serta menghimpun usulan sebagai bahan pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan sesuai dengan kewenangan DPRD Provinsi Jawa Barat.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, masyarakat Kampung Cimuncang menyampaikan berbagai aspirasi yang menjadi kebutuhan nyata di lingkungan mereka. Salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan adalah pembangunan dan peningkatan sarana-prasarana keagamaan, mengingat fasilitas tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat, baik dalam bidang ibadah, pendidikan, maupun pembinaan generasi muda.
Warga berharap adanya dukungan terhadap pembangunan maupun rehabilitasi masjid, musala, madrasah, tempat wudu dan MCK, serta pemenuhan kebutuhan penunjang kegiatan keagamaan, seperti perangkat pengeras suara (sound system dan TOA), genset, perlengkapan majelis taklim, hingga sarana pendukung lainnya yang dapat menunjang aktivitas keagamaan masyarakat.
Baca Juga: Dewan Yusuf Maulana Serap Aspirasi Warga Surade untuk Perjuangkan Infrastruktur Lingkungan
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur dasar lingkungan, seperti pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, jalan gang, drainase, tembok penahan tanah (TPT), pos ronda, posyandu, PAUD, serta fasilitas umum lainnya yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat di tingkat RT, RW, dan lingkungan kelurahan.
Warga menyampaikan bahwa kondisi wilayah kelurahan memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan desa. Apabila desa memiliki dukungan melalui Dana Desa sesuai ketentuan yang berlaku, maka pembangunan di wilayah kelurahan harus melalui mekanisme perencanaan pemerintah daerah. Akibatnya, masih terdapat berbagai kebutuhan infrastruktur dan fasilitas lingkungan yang belum dapat terpenuhi secara optimal dan sering kali hanya dapat diwujudkan melalui swadaya masyarakat.
Dalam dialog tersebut, masyarakat juga menyampaikan harapan agar kehadiran anggota DPRD Provinsi Jawa Barat benar-benar mampu menjadi jembatan dalam memperjuangkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurut warga, ketika anggota dewan hadir di tengah masyarakat, harapan terbesar yang muncul adalah adanya realisasi program-program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.
Menanggapi hal tersebut, Yusuf Maulana menyampaikan bahwa pembangunan berskala besar yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, seperti peningkatan jalan provinsi, penerangan jalan umum (PJU), serta pembangunan infrastruktur strategis lainnya, tetap memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Baca Juga: Reses DPRD Jabar, Yusuf Maulana Serap Aspirasi Warga Cisaat Sukabumi
Namun demikian, ia memahami bahwa bagi masyarakat di tingkat lingkungan, kebutuhan yang paling dirasakan sehari-hari adalah infrastruktur dasar dan sarana-prasarana yang berada di sekitar tempat tinggal mereka. Oleh karena itu, setiap kegiatan reses, pengawasan, maupun silaturahmi selalu dimanfaatkan untuk mendengarkan secara langsung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari jalan lingkungan, jalan gang, fasilitas RT dan RW, sarana pendidikan keagamaan, hingga berbagai kebutuhan penunjang kegiatan sosial dan keagamaan.
“Bagi kami, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat adalah amanah. Program pembangunan berskala besar tetap penting untuk mendorong kemajuan daerah, namun kebutuhan dasar masyarakat di lingkungan juga harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami catat, kami himpun, dan kami perjuangkan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, serta kami dorong melalui sinergi dengan pemerintah daerah agar dapat direalisasikan secara bertahap,” ujar Yusuf Maulana.
Ia juga menambahkan bahwa reses bukan hanya menjadi agenda kedewanan, melainkan ruang silaturahmi yang memperkuat komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat sehingga setiap kebijakan pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.
"Terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, para ibu-ibu, pemuda, serta seluruh warga Kampung Cimuncang yang telah hadir dan menyampaikan aspirasi dengan penuh semangat. Semoga setiap masukan yang disampaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pembangunan yang lebih merata, memperkuat sarana keagamaan, meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi dan Jawa Barat," katanya. (ADV).





