Suara Misterius Pecah Kesunyian Hutan Gunung Gede, Dua Remaja Berlari Usai Temukan Mayat

Sukabumiupdate.com
Senin 29 Jun 2026, 18:47 WIB
Suara Misterius Pecah Kesunyian Hutan Gunung Gede, Dua Remaja Berlari Usai Temukan Mayat

Mayat pria tanpa identitas di kawasan Kaki Gunung Gede Pangrango, Ciambar, Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Pengalaman dua remaja yang sedang memancing di kaki Gunung Gede Pangrango berubah menjadi kenangan yang tak akan mudah mereka lupakan. Niat mencari ikan di aliran sungai kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, justru berakhir dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB itu bermula ketika suasana hutan yang semula sunyi tiba-tiba dipecah oleh suara yang tak biasa.

Menurut keterangan warga, kedua remaja tersebut mendengar suara seperti seseorang sedang berdehem atau mendengkur dari balik semak-semak di dekat aliran sungai. Mengira ada orang yang membutuhkan pertolongan, mereka memberanikan diri mendekati sumber suara.

Di balik semak, keduanya menemukan sesosok pria yang sudah tidak bernyawa. Tanpa berpikir panjang, mereka langsung berlari meninggalkan lokasi dan baru berani menceritakan kejadian tersebut kepada orang dewasa beberapa jam kemudian.

Baca Juga: Mulai Susah Air, Warga Cibadak Sukabumi Dievakuasi dari Dasar Sumur Kering

Ketua RT 02/07 Kampung Lembur Pasir, Desa Ginanjar, Judin, mengatakan laporan mengenai penemuan itu baru diterimanya sekitar pukul 21.00 WIB melalui Ketua RT di wilayah Ciciukir.

"Anak-anak (Remaja) sedang memancing. Pas ada suara berdehem, dilihat ternyata mayat. Mereka langsung kabur. Ke saya laporannya baru malam sekitar jam sembilan," kata Judin kepada sukabumiupdate.com, Senin (29/6/2026).

Saat menerima kabar tersebut, Judin sedang berada di Palabuhanratu sehingga meminta keponakannya memastikan laporan itu keesokan harinya.

Pada Minggu (28/6/2026), keponakannya mendatangi lokasi dan memastikan bahwa yang ditemukan memang sesosok mayat. Saat itu kondisi jenazah sudah mulai membengkak.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pemerintah desa, yang selanjutnya berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait.

Senin pagi, tim gabungan berjalan kaki sekitar dua jam menembus kawasan hutan TNGGP untuk mencapai lokasi penemuan. Jenazah ditemukan sekitar tiga meter dari aliran sungai dalam kondisi telah membusuk.

"Baunya sangat menyengat. Dari jarak sekitar sepuluh meter saja sudah tidak kuat meski memakai masker. Sudah banyak belatung dan kondisi tubuhnya juga berubah," ujar Judin.

Baca Juga: Geger! Dua Pemancing Temukan Mayat Membusuk di Kaki Gunung Gede Pangrango Sukabumi

Karena kondisi jenazah yang telah membusuk parah serta lokasi yang sulit dijangkau, petugas bersama pemerintah desa memutuskan memakamkan korban di sekitar lokasi penemuan.

Korban diperkirakan berusia sekitar 55 tahun. Saat ditemukan, ia mengenakan kaus abu-abu tanpa celana panjang. Tidak ditemukan tas, dompet maupun identitas yang dapat mengungkap jati dirinya.

Penemuan tersebut juga mengingatkan warga pada laporan beberapa pekan sebelumnya tentang seorang pria yang diduga mengalami gangguan ingatan dan terlihat mondar-mandir di sekitar kawasan hutan itu.

"Kalau ciri-cirinya memang mengarah ke orang yang sempat dilaporkan warga. Waktu dicek hari Minggu wajahnya masih terlihat keriput dan berjenggot cukup panjang. Tapi saat hari ini kondisinya sudah menghitam karena proses pembusukan," kata Judin.

Hingga kini identitas korban masih menjadi misteri. Warga Desa Ginanjar memastikan tidak ada laporan orang hilang dari kampung mereka. Sementara itu, polisi masih berupaya mengungkap identitas korban dan penyebab pasti kematiannya.

Berita Terkait
Berita Terkini