Tangis Pilu Siswi SD di Sukabumi usai Persiapan Enam Bulan, Gagal OSN akibat Listrik Padam

Sukabumiupdate.com
Rabu 10 Jun 2026, 16:01 WIB
Tangis Pilu Siswi SD di Sukabumi usai Persiapan Enam Bulan, Gagal OSN akibat Listrik Padam

Nadya Putrinda Paramitha, Siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi yang videonya viral usai gagal tuntaskan ujian OSN. (Sumber : SU/Turangga Anom).

SUKABUMIUPDATE.com - Tangis Nadya Putrinda Paramitha pecah usai mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN), pada Senin 8 Juni 2026. Siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi ini tak mampu menahan air matanya lantaran gagal menuntaskan ujian.

Hal itu terjadi akibat aliran listrik di sekolahnya tiba-tiba padam saat pelaksanaan kompetisi sedang berlangsung. Dalam video yang beredar dan viral di media sosial, Siswi kelas V itu terlihat menangis histeris lantaran tidak dapat melanjutkan ujian yang sedang diikutinya.

Namun, di balik tangisnya itu tersimpan perjuangan panjang yang telah dijalani oleh Nadya. Ia bersama peserta lainnya telah menjalani persiapan selama hampir enam bulan lamanya demi menghadapi ajang perlombaan akademik tersebut.

Baca Juga: Berjualan Tahu di GT Parungkuda, Odang Tertabrak Rush dan Alami Cedera Kepala Berat

Guru sekaligus pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah, mengatakan gangguan listrik terjadi saat sesi ketiga atau sesi terakhir OSN mata pelajaran IPS yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, dimana saat itu para peserta masih mengerjakan soal.

"Awalnya ada murid bilang ngefreeze, kemudian sempat logout sendiri lalu login kembali. Sempat berjalan beberapa menit langsung mati lampu semua," ujar Isop saat ditemui sukabumiupdate.com di SDN Gandasoli, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, pihak sekolah sempat menunggu dengan harapan listrik kembali menyala sehingga para peserta dapat melanjutkan ujian. Namun hingga waktu pelaksanaan berakhir, aliran listrik tak kunjung pulih.

Baca Juga: Jembatan Leuwidinding Jadi Prioritas, Pemkab Sukabumi Percepat Pembahasan Pembangunan

"Kami tunggu sampai sesinya habis tapi tidak ada nyala kembali, malah kami lebihkan waktunya sampai pukul 14.00 lebih ya, baru kita akhiri," katanya.

Isop menyebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada pihak sekolah terkait adanya pemadaman listrik di wilayah tersebut.

"Tidak ada, tidak ada pemberitahuan kepada pihak sekolah bahwa akan ada pemadaman," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, tiga siswa SDN Gandasoli yang mengikuti OSN pada sesi terakhir tersebut ikut terdampak, termasuk Nadya. Dimana pelaksanaan ujian tersebut terdiri dari tiga sesi.

Baca Juga: Kekerasan Seksual Terhadap Anak Masih Marak di Sukabumi, Ini Kata Bupati

"Di sesi ketiga ini ada tiga siswa kami yang mengikuti OSN, otomatis selain Nadia juga dua siswa lainnya ikut terdampak," jelasnya.

Padahal, kata Isop, para siswa telah menjalani pembinaan dan persiapan sejak awal tahun untuk menghadapi OSN. "Persiapan siswa itu hampir enam bulan pokoknya, dari Januari aja awal tahun," ujarnya.

Sementara itu, Nadya mengaku awalnya tidak terlalu khawatir ketika listrik mulai padam. Ia mengira gangguan tersebut hanya berlangsung sebentar dan ujian bisa segera dilanjutkan. Namun seiring berjalannya waktu, rasa cemas mulai muncul ketika waktu pengerjaan terus berjalan.

"Pas awal-awal mati itu masih biasa-biasa aja, saya kira awalnya kan bakal bentar. Tapi ternyata pas udah denger waktu yang tersisa untuk mengerjakan soal tinggal 15 menit lagi tuh saya agak gelisah gitu," kata Nadia.

Baca Juga: Dinsos Kabupaten Sukabumi Dorong Peran Keluarga dalam Penanganan PPKS

Menurut Nadya, rasa panik muncul karena dirinya telah mempersiapkan diri cukup lama untuk mengikuti OSN.

"Apalagi udah disiapin dari berbulan-bulan, jadi saya juga agak panik sebenernya tuh," ujarnya.

Saat gangguan terjadi, Nadya mengaku telah menyelesaikan sekitar 40 soal dari total 60 soal yang tersedia. Setelah waktu ujian berakhir dan listrik belum juga menyala, ia memilih pulang ke rumah.

"Sebenernya nunggu sampai jam 2 di sekolah jadi langsung pulang aja ketika udah tau waktu pengerjaannya habis, pas pulang ke rumah listrik masih padam," tuturnya.

Meski sempat kecewa, Nadya berusaha menerima situasi yang terjadi. Ia berharap ke depan apabila ada pemadaman listrik, pihak terkait dapat memberikan informasi lebih awal sehingga sekolah maupun peserta dapat melakukan persiapan.

"Maunya mah saya OSN diulang tapi ya gimana lagi, kalau enggak bisa yaudah saya ikhlasin aja, dan kalaupun ada pemadaman listrik harusnya beritahu dulu jadi udah persiapan gitu," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini