SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi, Asep Japar, angkat bicara terkait maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, mengaku telah mengambil sejumlah langkah pencegahan dengan melibatkan aparatur hingga tingkat desa.
Menurut Asep Japar, upaya pencegahan terus dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Instruksi tersebut telah disampaikan kepada para camat, kepala desa, hingga perangkat daerah agar aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya dan dampak kekerasan seksual terhadap anak.
"Sebenarnya kita sudah melangkah. Dalam setiap pertemuan, kita instruksikan kepada para camat dan kepala desa, termasuk perangkat daerah, untuk terus menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat," ujar Asep Japar, pada Rabu (10/6/2026).
Ia mengatakan, Pemkab Sukabumi akan terus bergerak dan memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kasus serupa dapat diminimalkan. Menurutnya, perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Libatkan Warga Binaan, Kementerian Imipas Bedah 5 Rumah Warga di Sukabumi
Asep berharap melalui sosialisasi yang masif dan penguatan peran pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa, kesadaran masyarakat terhadap perlindungan anak semakin meningkat sehingga kasus kekerasan seksual dapat dicegah sejak dini.
"Ya mudah-mudahanlah kita akan terus bergerak, ya, dalam rangka mengurangi yang terjadi ( Kasus kekerasan seksual terhadap anak) yang terjadi di masyarakat," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Usai ramai kasus dugaan tindak asusila terhadap seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Baru-baru ini warga Surade kembali dihebohkan dengan adanya informasi pelaporan seorang penjual ikan mas keliling ke Polres Sukabumi karena dituduh menghamili seorang siswi SMK.
Berdasarkan informasi, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan perbuatan yang mengakibatkan seorang siswi kelas XI di salah satu SMK di Kecamatan Surade, mengalami kehamilan.
Kepada sukabumiupdate.com, seorang warga setempat berinisial A (30 tahun) membenarkan adanya informasi mengenai pelaporan tersebut. Menurutnya, pria yang dilaporkan keluarga siswi diketahui berprofesi sebagai pedagang ikan mas keliling yang kerap berjualan di wilayah Surade.
“Yang saya dengar, keluarga korban sudah membuat laporan ke polisi pada hari Senin kemarin,” kata A kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (9/6/2026).





