Mahasiswi Malaysia Pilih Kuliah di UM Bandung, Temukan Lingkungan Akademik Nyaman dan Berwawasan Global

Sukabumiupdate.com
Jumat 31 Jul 2026, 15:14 WIB
Mahasiswi Malaysia Pilih Kuliah di UM Bandung, Temukan Lingkungan Akademik Nyaman dan Berwawasan Global

Fatin Nur Aisyah, Mahasiswi asal Kuala Lumpur Malaysia yang menambatkan hati dan cita di PAI UM Bandung. (Sumber Foto: Dok. UM Bandung)

SUKABUMIUPDATE.com – Meninggalkan keluarga, menempuh pendidikan di negara lain, dan beradaptasi dengan lingkungan baru bukanlah keputusan yang mudah. Namun bagi Fatin Nur Aisyah Binti Ahmad Azfian, langkah tersebut justru menjadi jalan untuk mewujudkan cita-citanya di bidang pendidikan.

Mahasiswi asal Kuala Lumpur, Malaysia, itu kini menempuh studi di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Baginya, kuliah di Indonesia bukan sekadar mengejar gelar sarjana, melainkan proses memperluas wawasan, memperkaya pengalaman lintas budaya, dan mempersiapkan diri menjadi pendidik masa depan.

Fatin mengaku mengenal UM Bandung melalui lembaga pemberi beasiswa yang membiayai pendidikannya. Sebelum menentukan pilihan, ia aktif mencari informasi mengenai kampus melalui berbagai platform digital.

"Saya tahu UM Bandung dari pihak pemberi beasiswa. Selain itu, saya juga sering melihat informasi tentang UM Bandung di media sosial karena kampus ini sangat aktif,” ujarnya usai mengikuti ujian akhir semester di Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Bandung, Jumat (31/7/2026).

Memilih UM Bandung dari Berbagai Pilihan Kampus

Perjalanan Fatin menuju UM Bandung tidak berlangsung secara instan. Pada 2025 lalu, ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Bahkan, ia sempat mengunjungi beberapa kampus sebelum akhirnya memantapkan hati pada UM Bandung.

"Saya sebenarnya ditawarkan kuliah di universitas mana saja di Indonesia. Namun, saat itu pendaftaran kampus negeri sudah ditutup. Dari pihak pemberi beasiswa kemudian menyarankan saya melihat beberapa kampus dan akhirnya saya memilih UM Bandung,” tuturnya.

Saat menentukan program studi, Fatin juga mempertimbangkan latar belakang pendidikan dan arah karier yang ingin ditempuh. Karena beasiswa yang diterimanya berfokus pada bidang pendidikan, serta didukung pengalaman belajar di jurusan agama dan ekonomi saat sekolah menengah, Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi pilihan yang paling sesuai.

Nyaman Belajar di Prodi PAI UM Bandung

Keputusan memilih UM Bandung tidak pernah disesalinya. Selama menjalani perkuliahan, Fatin merasakan suasana akademik yang mendukung perkembangan mahasiswa, baik dari sisi pembelajaran maupun interaksi sosial.

"Alhamdulillah, saya merasa nyaman kuliah di Prodi PAI. Dosen-dosennya baik, teman-temannya juga memberikan vibe yang positif. Suasananya jauh berbeda dibandingkan dengan ketika masih menjalani tahun persiapan bersama pada semester pertama," katanya.

Selain mengikuti perkuliahan, Fatin juga aktif dalam berbagai program pengembangan diri yang diselenggarakan oleh lembaga pemberi beasiswanya. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan kepemimpinan, komunikasi, hingga pembentukan karakter yang rutin digelar setiap bulan maupun semester.

Menikmati Bandung dan Kuliner Indonesia

Adaptasi di Kota Bandung juga tidak menjadi kendala berarti bagi Fatin. Justru, kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan kreativitas itu memberikan banyak pengalaman baru yang berkesan.

Perempuan yang hobi bermain badminton, menonton film, dan membaca buku "Berdamai dengan Ketidakpastian" karya Imran Zaki tersebut mengaku sangat menyukai kuliner Indonesia.

”Sejauh ini makanan di Indonesia cocok dengan saya karena memang saya suka makan. Favorit saya mie ayam dan nasi Padang. Kalau jajanan, saya paling suka martabak dan batagor," ujarnya sambil tersenyum.

Menyiapkan Karier sebagai Pendidik Profesional

Meski masih berstatus mahasiswa, Fatin sudah memiliki rencana karier yang jelas. Setelah lulus, ia akan menjalani kontrak kerja selama tiga tahun di bawah lembaga pemberi beasiswa yang mendukung pendidikannya.

Penempatan kerjanya dapat berada di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan yayasan, baik di Malaysia maupun Indonesia.

Kisah Fatin menunjukkan bahwa UM Bandung semakin dikenal di tingkat internasional sebagai salah satu perguruan tinggi yang mampu menarik minat mahasiswa mancanegara. Kualitas pendidikan, lingkungan akademik yang kondusif, serta promosi digital yang aktif menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa dari berbagai negara.

Bagi Fatin, belajar di Indonesia bukan sekadar mengejar gelar sarjana. Perjalanan ini menjadi proses pendewasaan diri, memperkaya perspektif, dan mempersiapkan dirinya menjadi pendidik yang kelak siap mengabdi di mana pun amanah itu diberikan.

Prodi PAI UM Bandung Perkuat Jejaring Internasional

Kepala Program Studi PAI UM Bandung, Iim Ibrohim, mengapresiasi semangat Fatin yang memilih menuntut ilmu jauh dari keluarga demi meraih masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, perjalanan mencari ilmu memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Ia mengingatkan bahwa Allah SWT memerintahkan manusia untuk menjelajahi bumi mencari karunia-Nya, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Mulk ayat 15. Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa siapa pun yang menempuh jalan untuk mencari ilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga.

Iim menilai sejarah telah menunjukkan banyak tokoh besar Islam yang meninggalkan kampung halaman demi menuntut ilmu, mulai dari Imam Asy-Syafii, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Ahmad Dahlan, Buya Hamka, hingga Syed Muhammad Naquib Al-Attas.

"Semoga jejak perjuangan Fatin kelak menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Tetap yakin, istikamah dalam perjuangan, dan terus menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi banyak orang," ujarnya.

Iim menegaskan bahwa Prodi PAI UM Bandung berkomitmen menjaga kepercayaan mahasiswa melalui penyelenggaraan pendidikan berkualitas yang didukung dosen kompeten, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), fasilitas pembelajaran memadai, serta ekosistem akademik yang terus berkembang.

Sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan berdaya saing global, Prodi PAI UM Bandung juga aktif memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademik, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Sejumlah mitra internasional yang telah menjalin kerja sama dengan Prodi PAI UM Bandung antara lain Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Universiti Kuala Lumpur, Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, International Islamic University Islamabad Pakistan, Monash University Australia, Institut Pendidikan Guru Kampus Perlis Malaysia, Sangkhom Islam Wittaya School Thailand, serta berbagai institusi pendidikan lainnya di kawasan Asia dan Australia.

Melalui jejaring global tersebut, Prodi PAI UM Bandung terus memperkuat posisinya sebagai program studi yang mampu melahirkan lulusan profesional, berkarakter Islami, dan siap berkiprah sebagai guru PAI, peneliti, konsultan pendidikan, maupun technopreneur di bidang pendidikan. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini