SUKABUMIUPDATE.com - Bahasa Sunda dikenal memiliki kekayaan kosakata yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi cerminan cara pandang masyarakat terhadap kehidupan.
Menariknya, ada sejumlah kata dalam bahasa Sunda yang memiliki makna begitu khas sehingga sulit ditemukan padanan yang benar-benar sama dalam bahasa Indonesia.
Beberapa kosakata memang bisa diterjemahkan secara umum, tetapi nuansa maknanya sering kali tidak sepenuhnya terwakili.
Baca Juga: Sajeungkal Hingga Salaksa, Mengenal Satuan Ukuran Dalam Bahasa Sunda
Misalnya, kata someah bukan hanya berarti ramah, sementara pundung tidak sekadar bermakna marah atau kecewa.
Di balik kata-kata tersebut tersimpan nilai budaya, kebiasaan, hingga cara masyarakat Sunda mengekspresikan perasaan dan hubungan sosial.
Nah, berikut ini beberapa kosakata Sunda yang menarik karena sulit menemukan padanan satu kata yang benar-benar sama dalam bahasa Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Kawih, Nyanyian Tradisional Khas Masyarakat Sunda
- Someah — bukan sekadar ramah, tetapi menggambarkan sikap hangat, terbuka, sopan, dan membuat orang lain merasa diterima.
- Pundung — bukan sekadar marah. Biasanya ada unsur tersinggung atau kecewa kemudian memilih pergi atau menjauh.
- Keuheul — rasa kesal atau jengkel terhadap sesuatu.
- Bendu — marah besar atau murka.
- Hariwang — rasa khawatir yang terus mengganggu pikiran.
- Baluweng — keadaan ketika seseorang kebingungan dan pikirannya terasa tidak karuan.
- Kagok — perasaan canggung karena belum terbiasa atau berada dalam situasi yang tidak nyaman.
- Pikasebeleun — sesuatu yang sifatnya membuat kesal atau menjengkelkan.
- Pikaresepeun — sesuatu yang membuat hati senang atau terasa menyenangkan.
- Pikareueus — sesuatu yang membuat seseorang merasa bangga.
- Culangung — perasaan serba salah, kikuk, bingung, dan tidak tahu harus berbuat apa dalam suatu situasi.
- Éra — bukan sekadar malu, tetapi juga rasa sungkan, segan, dan menjaga harga diri.
- Isin — malu karena melakukan kesalahan atau merasa tidak enak hati.
- Héman — rasa sayang yang membuat seseorang enggan membuang, merusak, atau menyia-nyiakan sesuatu.
- Sono — dalam bahasa Sunda tidak hanya berarti rindu, tetapi juga kerinduan yang mendalam terhadap seseorang atau kampung halaman.
- Rumasa — menyadari kesalahan atau keadaan diri sendiri setelah merenung.
- Teu ngeunah — bukan hanya "tidak enak", tetapi juga perasaan tidak nyaman, sungkan, atau merasa bersalah kepada orang lain.
- Ngahajakeun — sengaja melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu, biasanya sudah direncanakan.
- Ngabebenjokeun — memperlakukan seseorang dengan penuh kasih sayang atau memanjakan.
- Ngabungahkeun — membuat orang lain merasa senang atau bahagia.
- Ngabibita — menimbulkan rasa tertarik atau keinginan yang kuat.
- Ngareunahkeun hate — menenangkan hati atau membuat perasaan menjadi lega.
- Ngahuleng — diam sambil larut dalam lamunan atau perenungan yang mendalam.
- Ngalemes — melunakkan hati atau sikap seseorang melalui perkataan maupun tindakan.
- Ngarumas — menyesali atau merenungkan perbuatan yang telah dilakukan.
- Pangling — tidak mengenali seseorang karena penampilannya berubah jauh.
- Ceuceub — perasaan pedih atau tersentuh hingga menusuk hati, baik karena ucapan maupun keadaan.
- Heurin ku tangtung — secara harfiah berarti "sempit karena berdiri", tetapi menggambarkan kondisi yang sangat penuh sesak.
Itulah beberapa kosakata Sunda yang menarik karena sulit menemukan padanan satu kata yang benar-benar sama dalam bahasa Indonesia.















