Jembatan Leuwidinding Belum Pulih, Warga dan Pelajar Andalkan Perahu Karet Bantuan TNI AL

Sukabumiupdate.com
Sabtu 11 Jul 2026, 16:48 WIB
Jembatan Leuwidinding Belum Pulih, Warga dan Pelajar Andalkan Perahu Karet Bantuan TNI AL

Perahu Karet bantuan TNI AL jadi andalan warga dan pelajar melintas Sungai Cimandiri di Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi | Foto : dok. warga

SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, menyambut baik bantuan berupa perahu karet, sepasang dayung, dan sejumlah pelampung dari Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) TNI Angkatan Laut. Bantuan tersebut kini dimanfaatkan warga dan para pelajar untuk menyeberangi Sungai Cimandiri setelah jembatan gantung Leuwidinding putus diterjang banjir pada 28 Desember 2025.

Kepala Desa Tanjungsari, Dilah Habillah, mengatakan bantuan perahu karet tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang hingga kini masih mengalami kesulitan akses akibat belum pulihnya jembatan penghubung antardesa.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD yang sebelumnya telah membantu menyediakan perahu karet, dan kini diganti dengan perahu baru dari Koarmada RI TNI Angkatan Laut. Karena jembatan roboh, masyarakat kini sangat terbantu dengan adanya perahu karet sebagai akses penyeberangan," ujar Dilah kepada awak media, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, putusnya jembatan gantung Leuwidinding membuat warga yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat harus memutar melalui jalur alternatif dengan jarak yang cukup jauh.

"Alternatif lainnya melalui jalan PT SCG atau PT TSS dan juga jalur irigasi. Jaraknya sangat jauh, hampir mencapai enam kilometer," katanya.

Baca Juga: Libur Sekolah Berakhir: Lalin Menuju Sukabumi dan Palabuhanratu Padat Merayap

Dilah menjelaskan, dampak putusnya jembatan tidak hanya dirasakan warga Desa Tanjungsari, tetapi juga masyarakat di sejumlah desa dan kecamatan lain yang selama ini menggantungkan aktivitas sehari-hari pada akses tersebut.

"Di seberang sana adalah Desa Tanjungsari Kecamatan Jampangtengah. Di sisi sini ada Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh, dan sebelahnya lagi Desa Parakanlima Kecamatan Cikembar. Jadi ada tiga kecamatan yang terdampak, dengan lima desa yaitu Tanjungsari, Parakanlima, Sirnaresmi, Sukamaju, dan Wangunreja," jelasnya.

Ia menuturkan, sebelum jembatan putus, jembatan gantung Leuwidinding menjadi jalur utama bagi masyarakat yang bekerja di berbagai perusahaan di wilayah Kecamatan Cikembar hingga Kota Sukabumi.

"Banyak warga yang bekerja di GSI, Kino, pabrik bohlam, dan perusahaan-perusahaan lainnya di wilayah Cikembar. Sekarang mereka harus menyeberang menggunakan perahu, sementara kendaraan dijemput atau ditinggalkan di seberang," ungkapnya.

Selain digunakan oleh para pekerja, perahu karet bantuan Koarmada RI juga dimanfaatkan oleh pelajar yang setiap hari harus menyeberangi Sungai Cimandiri untuk berangkat dan pulang sekolah. Kehadiran sarana penyeberangan tersebut menjadi solusi sementara hingga pembangunan kembali jembatan gantung Leuwidinding terealisasi.

Baca Juga: 2031 Kerbau Diprediksi Punah? Cerita Banteng dan Hutan Cikepuh Sukabumi

Meski demikian, untuk kebutuhan darurat seperti pelayanan kesehatan maupun penanganan ibu hamil, Pemerintah Desa Tanjungsari telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar akses tetap dapat digunakan sewaktu-waktu.

"Kalau ada kondisi darurat, pihak PT SCG membuka akses selama 24 jam. Kami juga menyiapkan ambulans desa untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan," pungkas Dilah.

Pemerintah desa berharap pembangunan kembali jembatan gantung Leuwidinding dapat segera direalisasikan agar mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di lima desa yang terdampak dapat kembali normal.

Berita Terkait
Berita Terkini