SUKABUMIUPDATE.com - Kondisi jalan menuju kawasan wisata di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan signifikan. Pantauan di lapangan, kerusakan terlihat di sejumlah titik di ruas Jalan Suryakencana yang menghubungkan Desa Gunungjaya, Kecamatan Cisaat, dengan Kecamatan Kadudampit.
Akibat kerusakan jalan, pengendara roda dua maupun roda empat harus memperlambat laju kendaraan saat melintas. Beberapa titik jalan tampak berlubang dan bergelombang sehingga dinilai mengganggu kenyamanan serta aksesibilitas menuju kawasan wisata di wilayah tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan perbaikan jalan menuju wilayah Kadudampit telah masuk dalam agenda program pemerintah daerah.
“Nah memang ada beberapa jalan yang masuk ke sana (wilayah Kadudampit) ini jadi salah satu agenda program pemerintah yang harus diperbaiki,” ujar Bupati kepada sukabumiupdate.com usai pengukuhan kepengurusan Komite Ekonomi Kreatif di Bumi Mandiri Center (BMC) Kadudampit, Selasa, (12/5/2026).
Baca Juga: Kawah Rengganis Ciwidey, Wisata Air Panas Alami di Tengah Pegunungan
Menurutnya, sektor wisata di wilayah Kadudampit memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan untuk mendrong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. “Wisata di sini juga merupakan salah satu potensi yang harus dikembangkan ke depannya, insyaallah tahun ini akan diperbaiki,” katanya.
Rencana perbaikan akses jalan tersebut disambut positif oleh pengelola wisata Situ Gunung, Tandi. Ia menilai perbaikan infrastruktur jalan akan menjadi dukungan penting bagi kelancaran akses wisatawan menuju destinasi wisata alam yang ada di kawasan tersebut.
“Alhamdulillah kalau terlaksana mungkin jadi salah satu dukungan demi kelancaran akses pariwisata yang akan berkunjung ke destinasi kami,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (15/5/2026).
Ia menyebut, kondisi jalan yang lebih baik berpotensi meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Situ Gunung. Menurutnya, dampak positifnya tidak hanya dirasakan pengelola wisata, tetapi juga masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.
“Kemungkinan kalau sudah diperbaiki akan jadi salah satu motor untuk kunjungan datang ke Situ Gunung. Karena ketika kunjungan lancar yang kena dampak ekonominya bukan hanya pengelola, warga sekitar pun akan dapat manfaat dari mulai angkot, para pedagang, ojeg, guide lokal dan yang menggantungkan hidup dan hajat mereka akan sangat dapat dampak manfaatnya,” jelasnya.
Tandi juga mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan kunjungan wisata ke Situ Gunung mengalami penurunan belakangan ini. Selain kondisi jalan rusak, faktor cuaca dan informasi yang beredar turut memengaruhi minat wisatawan.
“Salah satunya itu (kondisi jalan rusak), Google Maps error, cuaca yang tidak menentu dan pemberitaan tentang penutupan karena bencana juga dengan naiknya tiket masuk kawasan taman nasional, faktor-faktor tersebut yang menyebabkan kunjungan menurun,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan wisata alam Situ Gunung, khususnya Suspension Bridge di Kecamatan Kadudampit, mengalami penurunan signifikan selama libur Lebaran 2026.
Kepala Seksi PTN Wilayah IV Situ Gunung, Amru Ikhwansyah, menyebut penurunan kunjungan diperkirakan mencapai 30 hingga 50 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Faktor cuaca ekstrem, penutupan sementara kawasan wisata, hingga wisatawan yang mulai mencari alternatif destinasi lain disebut menjadi penyebab menurunnya angka kunjungan.






