Solar Langka di Sejumlah SPBU Sukabumi: Sopir Pajampangan Ngeluh, Terpaksa Beli Dexlite

Sukabumiupdate.com
Sabtu 25 Apr 2026, 09:48 WIB
Solar Langka di Sejumlah SPBU Sukabumi: Sopir Pajampangan Ngeluh, Terpaksa Beli Dexlite

Sopir angkutan barang dari Pajampangan sedang mengantri untuk mengisi solar di SPBU Cibadak, Sabtu (25/04/2026).. (Sumber : Istimewa.).

SUKABUMIUPDATE.com - Kelangkaan BBM Bio Solar di sejumlah SPBU wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, dikeluhkan para sopir angkutan barang. Kondisi ini membuat biaya operasional melonjak karena mereka terpaksa membeli bahan bakar non-subsidi dengan harga lebih tinggi.

Salah seorang warga Surade sekaligus sopir angkutan beras, Endin, mengaku mengalami langsung sulitnya mendapatkan Bio Solar saat melakukan perjalanan dari Surade menuju Bogor pada malam sabtu.

Ia berangkat dari Surade sekitar pukul 18.15 WIB dengan membawa muatan beras. Namun sepanjang perjalanan menuju Bogor, hampir seluruh SPBU yang ia lewati tidak memiliki stok Bio Solar. Menurut pengakuan sang sopir, bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar mulai langka sejak Jumat sore, 24 April 2026.

Baca Juga: Rebusan Daun Alpukat: Solusi Alami Bantu Kontrol Gula Darah

“Berangkat dari Surade jam 18.15 WIB bawa beras ke Bogor. Dari SPBU Surade, Jampangkulon, Cikembang, Pamuruyan, Parungkuda, Cicurug sampai Cigombong, semuanya kosong Bio Solar,” ujar Endin kepada Sukabumiupdate.com, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, kalau pun ada stok Bio Solar di beberapa SPBU, antreannya sangat panjang hingga memakan waktu berjam-jam. Karena tidak memungkinkan untuk menunggu terlalu lama, ia akhirnya terpaksa membeli Pertamina Dex.

“Kalaupun ada, antreannya bisa berjam-jam. Mau tidak mau saya beli Pertamina Dex dengan harga Rp23.900 per liter supaya perjalanan tetap jalan,” katanya.

Baca Juga: Modus Pecah Kaca di Cibadak: Pelaku Beraksi Saat Korban Makan Bubur, Tas dan Ponsel Raib

Endin menilai kondisi ini sangat memberatkan para sopir, terutama angkutan logistik yang harus tetap beroperasi setiap hari. Ia berharap pemerintah dan Pertamina segera mencari solusi agar distribusi Bio Solar kembali normal.

Hingga pagi ini Sabtu (25/04/2026) Solar masih belum ada, sopir bersama kendaraannya yang hendak melanjutkan perjalanan pulang ke Surade terpaksa mengantre untuk mengisi BBM Solar di SPBU Cibadak. Bahkan, ada juga mobil yang benar-benar kehabisan solar hingga tidak dapat masuk ke area SPBU, kata Endin.

Sementara itu, Pengawas SPBU Cimaja Surade, Elan, membenarkan bahwa pada hari Sabtu stok Bio Solar memang kosong karena tidak ada pengiriman dari Pertamina.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Pajak Kekayaan dan PPN Tol Belum Menjadi Prioritas

“Untuk hari ini Bio Solar kosong, karena setiap hari Sabtu memang tidak ada kiriman, kena kitir. Besok dipastikan ada lagi kiriman,” jelas Elan.

Ia juga menjelaskan bahwa pola pengiriman berbeda di setiap SPBU. Untuk SPBU Cirangkong- Surade, misalnya, hari Jumat tidak ada kiriman, sedangkan SPBU Cimaja - Surade mengalami kekosongan pada hari Sabtu.

Istilah “kitir” dalam konteks distribusi BBM Pertamina merujuk pada kebijakan pengendalian atau pembatasan pasokan BBM bersubsidi ke SPBU tertentu. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga agar kuota BBM subsidi tidak melebihi batas yang telah ditetapkan dalam RAPBN.

Namun, kebijakan tersebut kerap memicu antrean panjang di SPBU, panic buying, hingga kelangkaan solar di sejumlah daerah. Sistem ini juga sempat menuai kritik karena dianggap membuat distribusi BBM subsidi menjadi tidak merata.

Baca Juga: Ancam Kesehatan Anak, KPAI Desak Pemda Batasi Iklan Minuman Manis di Ruang Publik

Warga dan sopir angkutan di wilayah Pajampangan berharap pasokan Bio Solar segera kembali stabil agar aktivitas ekonomi, khususnya distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok, tidak terganggu.

 

Berita Terkait
Berita Terkini