Indonesia Stop Impor Solar Mulai 1 Juli 2026, Beralih ke B50 Berbasis Sawit

Sukabumiupdate.com
Rabu 22 Apr 2026, 13:35 WIB
Indonesia Stop Impor Solar Mulai 1 Juli 2026, Beralih ke B50 Berbasis Sawit

Ilustrasi SPBU di Sukabumi. (Sumber : Foto: Dok. SU)

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia akan menghentikan impor bahan bakar solar mulai 1 Juli 2026 dan beralih ke penggunaan biodiesel berbasis sawit dengan campuran 50 persen (B50).

Penghentian impor solar tersebut berjalan seiring dengan implementasi program B50. Artinya, kebutuhan bahan pemerintah akan menggunakan bahan bakar alternatif dengan menggunakan kelapa sawit.

"Solar kita tidak impor lagi. pada 1 Juli 2026 kita stop, B50 masuk," kata Amran di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Minggu, 19 April 2026, seperti dikutip dari Antara via Tempo.co.

Langkah tersebut, menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan komoditas kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Naik Meluas di 207 Daerah, Ada yang Tembus Rp60 Ribu

Mentan menjelaskan, sawit tidak hanya dapat diolah menjadi solar, tetapi juga menjadi bensin dan etanol yang saat ini tengah dipercepat pengembangannya. "Ini energi masa depan Indonesia, karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin," ujarnya.

Selain itu, pemerintah menyiapkan kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) untuk pengembangan bensin berbasis sawit dalam skala kecil sebelum diperluas menjadi industri besar.

"Kalau ini berhasil, kita buka skala besar. Jadi masa depan Indonesia cerah," tutur Amran Sulaiman.

Dalam kunjungan tersebut, Amran Sulaiman juga meninjau sejumlah inovasi teknologi karya ITS, salah satunya traktor listrik yang dinilai lebih hemat dan efisien. Kementerian Pertanian langsung memesan 10 unit untuk uji coba karena tidak menggunakan bahan bakar solar, melainkan energi listrik.

Baca Juga: Dasarian III April 2026, Sukabumi Diprediksi Diguyur Hujan Menengah hingga Tinggi

"Traktor yang dibuat ini harganya separuh dari yang biasanya. Kemudian, efektif, tidak menggunakan solar tetapi menggunakan elektrik, listrik. Jadi ini sangat hemat," ucapnya.

Amran Sulaiman hadir di Surabaya untuk memberikan pidato kunci (keynote speech) pada wisuda ke-133 program doktor, magister, dan profesi insinyur di Grha ITS.

Sumber: Tempo.co

Berita Terkait
Berita Terkini