SUKABUMIUPDATE.com – Pasar Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, masih belum menunjukkan geliat signifikan meski berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya dengan menggratiskan sementara biaya sewa lapak bagi pedagang sebagai stimulus awal untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, mengungkapkan tingkat keterisian pasar masih rendah. Dari total 53 kios, baru 34 yang terisi pedagang, sementara los hanya satu dari 26 unit. Dari jumlah tersebut, hanya empat kios yang benar-benar beroperasi setiap hari.
Menurut Een, kondisi ini dipengaruhi sikap saling menunggu antara pedagang dan faktor pendukung lainnya.
“Para pedagang berharap angkutan umum sudah masuk ke area pasar, sedangkan pihak angkutan menunggu fasilitasnya dilengkapi terlebih dahulu,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: 22 Tahun Menunggu, UU PPRT Akhirnya Disahkan DPR di Hari Kartini
Sebagai solusi, Pemkot Sukabumi bersama pihak terkait mendorong angkutan umum mulai melintasi kawasan pasar, bersamaan dengan pemenuhan fasilitas pendukung seperti penunjuk arah, kanopi, dan sarana bagi penumpang. Strategi lain yang disiapkan adalah menghadirkan pelaku usaha dengan produk yang sedang diminati untuk menambah daya tarik pasar.
“Target kami, pada 3 Mei mendatang seluruh lapak yang sudah ditandai bisa mulai beroperasi. Ini bagian dari upaya membangun kepercayaan bahwa pasar ini punya potensi,” tambah Een.
Terkait kebijakan penggratisan lapak, Een menyebut program tersebut berlaku hingga akhir Juni 2026. Setelah itu, evaluasi akan dilakukan, namun tarif sewa dipastikan tetap terjangkau. Untuk los tertentu, biaya sewa sekitar Rp4 ribu per hari, sementara kios terbesar berkisar Rp3 juta per tahun.
“Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan Pasar Lembursitu dapat kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dan tidak lagi sepi seperti beberapa tahun terakhir,” tutupnya.




