SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah pedagang menjadi korban kasus dugaan penipuan berkedok kegiatan sedekah “Jumat Berkah” di Masjid Jami Al Arfaj, Perumahan Gunung Walat Green Hill, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (17/4/2026).
Ketua DKM Masjid Jami Al Arfaj, Rian Purnomo, menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat pengurus DKM tidak berada di lokasi. Saat itu, hanya ada satu marbot yang tengah membersihkan area masjid.
“Iya, pelaku tidak ke DKM, tapi langsung ke pedagang,” ujar Rian kepada sukabumiupdate.com.
Pelaku kemudian menemui para pedagang di sekitar masjid dan mengumpulkan mereka dengan alasan akan mengadakan kegiatan Jumat Berkah. Para pedagang diminta menyiapkan dagangannya untuk dibagikan kepada jamaah salat Jumat.
“Dia bilang ke pengurus (marbot) kalau semuanya sudah tertata, pedagangnya sudah ada. Dia izin ingin mengadakan Jumat Berkah. Karena dikira pedagang-pedagang itu sudah dibayar, maka marbot mengizinkan,” katanya.
Tanpa menaruh curiga, para pedagang pun mengikuti arahan pelaku. Bahkan, beberapa pihak di sekitar lokasi turut membantu karena mengira kegiatan tersebut merupakan sedekah.
Baca Juga: Dewan Jabar Muhammad Jaenudin Siap Kawal Nasib Eks Karyawan PT TML Sukabumi
Namun setelah makanan dibagikan kepada jamaah, pelaku tidak melakukan pembayaran dan justru menghilang. Selain itu, pelaku juga diduga membawa kabur uang tunai milik salah satu pedagang sebesar Rp350 ribu dengan iming-iming akan diganti dua kali lipat.
Tak hanya itu, dua unit ponsel milik pedagang juga dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut.
Rian menyebut total kerugian dari makanan yang telah diborong mencapai Rp2.280.000. Jika ditambah uang tunai yang dibawa pelaku, jumlah kerugian mencapai Rp2.630.000, belum termasuk dua unit ponsel.
“Totalnya Rp2.280.000 dari pedagang yang diborong makanannya untuk jamaah. Itu di luar uang Rp350 ribu dan dua unit ponsel,” ujarnya.
Adapun pedagang yang menjadi korban di antaranya tukang bakso, somay, kupat sayur, buah potong, dan kopi keliling. Selain itu, marbot masjid dan seorang tukang ojek juga ikut terdampak dalam peristiwa tersebut.
Modus pelaku dengan mengatasnamakan seorang dokter tanpa menyebutkan identitas jelas. Pelaku juga sempat memperlihatkan sejumlah uang dan amplop kepada pedagang untuk meyakinkan aksinya.
“Pedagang tidak kenal, jamaah pun tidak. Sepertinya dia pakai cara untuk meyakinkan korban. Tukang buah saja baru sadar ponselnya hilang setelah selesai salat Jumat,” kata Rian.
Baca Juga: Bangunan SDN Kaum Rusak dan Bahayakan Siswa, Disdik Sukabumi Terjunkan Tim ke Lokasi
Meski demikian, pihak DKM menyatakan telah mengganti kerugian para pedagang untuk makanan yang telah dibagikan. Namun, kerugian berupa ponsel tidak ditanggung.
“Untuk kerugian para pedagang, semuanya sudah ditanggung oleh pihak masjid. Kecuali untuk ponsel,” ungkapnya.
Saat ini, pihak DKM berencana melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas setempat. “Rencananya mau lapor ke polisi,” pungkasnya.






