Menantea Jerome Polin Tutup 25 April 2026, Terbongkar Kasus Penipuan Rp38 Miliar

Sukabumiupdate.com
Senin 13 Apr 2026, 12:30 WIB
Menantea Jerome Polin Tutup 25 April 2026, Terbongkar Kasus Penipuan Rp38 Miliar

Menantea Jerome Polin Tutup 25 April 2026, Terbongkar Kasus Penipuan Rp38 Miliar (Sumber : Instagram/@jehianps)

SUKABUMIUPDATE.com - Bisnis minuman teh buah milik konten kreator Jerome Polin, yaitu Menantea akan menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya secara total pada Sabtu, 25 April 2026.

Keputusan menghentikan operasional Menantea diambil oleh Jerome Polin dan Jehian Sijabat selaku pendiri usai mengungkapkan skandal penipuan internal oleh oknum mitra bisnis mereka.

Akibat dari itu, Menantea mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah. Kabar penghentian operasional minuman teh Jerome Polin itu langsung menjadi perbincangan di X.

Mengutip dari Suara.com, berdasarkan rangkuman informasi dari akun X @Makaryo0 pada Sabtu, 10 Oktober 2025, Jerome dan Jehian menjadi korban penipuan oleh oknum yang disebut sebagai "sesepuh bisnis F&B".

Oknum yang memegang kendali operasional dan keuangan tersebut diduga memalsukan laporan keuangan untuk mengelabui pemilik.

"Si partner rutin kasih laporan keuangan dalam bentuk excel, dari data itu kondisi keuangan Menantea kelihatan profitable. Jerome enggak pernah beneran cek mutasi bank, dia percaya sama data di excel," tulis akun @Makaryo0 dikutip dari Suara.com pada Senin, (13/04/2026).

Baca Juga: Waspada Penipuan Lowongan Kerja KAI di TikTok, Cek Faktanya di Sini!

Kecurigaan muncul pada 2023 saat saldo di rekening perusahaan mendadak habis, padahal kondisi gerai saat itu sedang ramai. Hasil penelusuran menemukan bahwa uang dari pembeli hak waralaba (franchise) dan keuntungan operasional dialirkan ke rekening pribadi oknum tersebut sejak Menantea berdiri.

Total dana yang dipindahkan mencapai angka fantastis, yakni Rp38 miliar. Melalui unggahan Instagram Story di hari yang sama, Jerome Polin membenarkan adanya penggelapan tersebut.

Jerome menyebut dirinya dan sang kakak harus merogoh kocek pribadi hingga Rp10 miliar untuk menutupi kekacauan operasional yang ditinggalkan oknum tersebut.

"Sebenarnya, hasil audit Menantea udah keluar. Dan udah ketahuan berapa uang yang ditilep, angkanya hampir Rp10 M. Dan itu jumlah yang aku dan bang Jehian keluarin untuk nyelamatin Menantea, untuk cover semua biaya operasional, gaji, bahan baku, ganti rugi, dll," kata Jerome dalam unggahannya.

Hingga saat ini, Jerome memilih untuk tidak membawa kasus ini ke jalur hukum karena biaya audit forensik yang sangat mahal, mencapai Rp500 juta, serta proses yang memakan waktu lama.

Dia juga menyebut bahwa oknum tersebut merupakan orang yang sama yang diduga pernah menipu almarhum Babe Cabita melalui skema franchise serupa.

"Kalau soal bawa ke jalur hukum, jawaban jujur: Belum ada waktu dan tenaganya. Currently sibuk ngurusin kerjaan sebagai content creator, dan juga bangun Mantappu Academy," jelas pria 27 tahun tersebut.

Baca Juga: Melani Direktur Mecimapro Dinyatakan Bebas dari Kasus Penipuan Dana Konser

Dalam pernyataan resmi penutupannya, pihak manajemen mengakui adanya kegagalan dalam melakukan riset latar belakang mitra dan pengawasan keuangan di awal bisnis berdiri.

Menantea kini memasuki masa transisi menuju penutupan total dengan menggelar promo Clearance Sale seharga Rp10 ribu sebagai bentuk subsidi kepada mitra yang masih tersisa.

Langkah penghentian operasional pada 25 April 2026 mendatang menandai berakhirnya kontrak kemitraan terakhir yang jatuh pada November 2025.

Jerome dan Jehian menutup perjalanan lima tahun Menantea dengan permohonan maaf terbuka kepada para mitra dan pelanggan atas segala kekecewaan yang telah terjadi.

Sumber: Suara.com

Berita Terkait
Berita Terkini