SUKABUMIUPDATE.com — Kondisi jalan provinsi ruas Sukabumi–Sagaranten, tepatnya di tanjakan curam Pasirsalam, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Kerusakan parah di titik tersebut dinilai membahayakan, terutama bagi kendaraan roda dua maupun angkutan barang bermuatan berat.
Sebagai bentuk kepedulian, warga setempat bersama komunitas sopir angkutan barang (DLSC dan KDTPS) melakukan perbaikan secara swadaya pada Jumat (17/4/2026). Perbaikan dilakukan di sepanjang 8 hingga 10 meter jalan yang rusak, menggunakan batu split dengan rencana pengecoran sederhana.
Salah seorang warga, Muhammad Soleh Hudin (24), mengatakan kondisi jalan yang rusak telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius dari pihak berwenang.
“Kami sebagai masyarakat sekaligus pengguna jalan menyampaikan keluhan serius terkait kondisi jalan yang saat ini mengalami kerusakan parah. Tidak seperti daerah lain yang sudah bisa menikmati jalanan yang mulus,” ujar Soleh kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Jumat Tanpa BBM, PLN IP UBP JPR Ngebut ke Energi Bersih
Menurutnya, kerusakan jalan di tanjakan tersebut sangat berisiko, terutama pada malam hari karena minim penerangan dan banyaknya lubang di badan jalan. Selain itu, kendaraan berat juga kerap mengalami kesulitan saat melintas.
“Tentu, kondisi ini sangat membahayakan para pengguna jalan. Selain dari roda dua disaat malam hari dikarenakan berlubang dan gelap. Tentu juga kendaraan beroda empat yang sedang bermuatan berat. Dikarenakan jalan tersebut tanjakan yang dibilang lumayan panjang sehingga mobil-mobil yang berangkutan berat akan belok ke arah kanan dari bawah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut telah menyebabkan sejumlah kendaraan tergelincir, mogok di tengah tanjakan, bahkan berpotensi menimbulkan kecelakaan yang lebih fatal.
“Maka kami masyarakat dan para supir berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri dan hanya bersifat sementara. Jika tidak, ini akan menjadi kesulitan terhadap mobil-mobil yang bermuatan berat, karena dampaknya sudah banyak kendaraan tergelincir, mogok di tengah jalan pada tanjakan dan lebih fatalnya terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Baca Juga: Longsor Maut di Sukalarang Sukabumi, Polisi Selidiki Kelayakan Bangunan Kos
Soleh berharap pemerintah melalui instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan perbaikan permanen di ruas jalan tersebut, khususnya di Tanjakan JB (Jalan Baru) Buniayu.
“Harapannya, Semoga Ruas Jalan Sukabumi-Sagaranten agar secepat mungkin bisa diperbaiki oleh instansi terkait,” katanya.
Ia juga menyebut, keluhan terkait kondisi jalan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan, termasuk oleh mahasiswa BEM PTNU Sukabumi, namun hingga kini belum mendapat respons yang serius.
“Karena kami merasa bahwa permasalahan ini sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan yang serius dan berkelanjutan dari pihak terkait. Terkait kondisi jalan Ruas Jl. Sukabumi-sagaranten sebetulnya hal ini sudah beberapa kali kita sampaikan kepada Uptd PJJWP II oleh teman-teman mahasiswa BEM PTNU. Namun, hal tersebut tidak pernah ada perhatian secara serius dari mereka,” pungkasnya.



