Jateng Media Summit 2026: Di Tengah Gempuran AI & Buzzer, Media Lokal Didesak "Pulang" ke Jurnalisme Publik

Sukabumiupdate.com
Kamis 21 Mei 2026, 18:33 WIB
Jateng Media Summit 2026: Di Tengah Gempuran AI & Buzzer, Media Lokal Didesak "Pulang" ke Jurnalisme Publik

Jateng Media Summit 2026 di Semarang Kamis (21/5/2026). (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan pengelola media lokal dari berbagai penjuru Jawa Tengah berkumpul di Hotel Khas Semarang pada Kamis (21/5/2026) dalam perhelatan akbar Jateng Media Summit 2026. Mengusung tema "Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah", forum ini menjadi ajang konsolidasi krusial bagi industri pers daerah dalam menghadapi disrupsi digital yang kian masif.

Salah satu fokus utama yang disorot dalam sesi diskusi adalah perubahan fundamental cara audiens mengonsumsi informasi, serta beratnya tantangan dalam menjaga ekosistem digital agar tetap sehat.

Chief Content Officer KapanLagi Youniverse (KLY), Wenselaus Manggut, memaparkan realitas baru di mana mesin pencari Google telah bertransformasi menjadi "Search Engine + Agentic AI".

Fitur AI Overview kini langsung menjawab pertanyaan pengguna di halaman pencarian, menghilangkan kebutuhan untuk mengklik tautan ke situs media.

"Tak akan ada klik lagi," tegas Wenselaus, menggambarkan ancaman serius bagi model bisnis media yang bergantung pada trafik.

Baca Juga: Jateng Media Summit 2026: Ratusan Media Lokal Rumuskan Peta Jalan Baru di Era Disrupsi Digital

Menghadapi situasi ini, Wenselaus menyerukan agar media lokal mencari "jalan pulang". Jalan tersebut adalah kembali pada esensi jurnalisme yang berlandaskan kepentingan publik (public interest journalism), bukan sekadar mengejar popularitas, tren, atau angka tayangan semata.

"Apa yang dibutuhkan masyarakat menjadi kompas utama dalam pemberitaan. Jurnalis berperan sebagai penghubung fakta dan kepentingan publik," ujarnya.

Menurutnya, jurnalisme publik akan membangun kepercayaan jangka panjang dan menjadikan media sebagai institusi yang diandalkan.

Untuk tetap relevan, Wenselaus menyarankan adaptasi format konten yang kreatif dan menarik, seperti visual storytelling, video pendek, dan infografis interaktif yang dapat mendorong jangkauan organik.

Distribusi berbayar yang strategis juga diperlukan untuk menjangkau segmen audiens baru yang bernilai.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskomdigi) Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, menyoroti tantangan ekosistem informasi yang dipengaruhi oleh konvergensi media, algoritma, AI, dan monetisasi.

Ia prihatin dengan fenomena di mana konten viral seringkali adalah yang kontroversial.

"Maka perlu saring sebelum sharing untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab," imbaunya.

Tantangan lain datang dari propaganda dan aktivitas buzzer di ruang digital. Dosen Fisip Universitas Diponegoro, Bangkit Wiryawan, menilai konten-konten dari buzzer telah merusak bisnis media.

Ia menekankan pentingnya meningkatkan literasi di kalangan pengelola media itu sendiri untuk meredam pasukan siber.

"Agar ruang digital kita tidak dikuasai kelompok tertentu," pungkasnya.

Jateng Media Summit 2026 ini didukung oleh Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Lembaga Penjamin Simpanan, Bank Negara Indonesia, Bank Indonesia, Telkom Indonesia-Elevating Your Future, Semen Gresik, Jateng Agro Berdikasi, PT Bhimasena Power Indonesia-PLTU Batang, PT Sukun, PT BPR BKK Jawa Tengah, Bank Jateng, Out of The Box, Gramedia.

Berita Terkait
Berita Terkini