SUKABUMIUPDATE.com - Pembangunan gedung baru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cibitung yang berlokasi di Kampung Kubang–Pasirgede, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, masih menjadi sorotan warga. Pasalnya, proyek yang bernilai miliaran tersebut terhenti meski kondisi bangunan belum rampung sepenuhnya.
Dari pantauan tim Sukabumiupdate.com di lokasi proyek pada Selasa (31/3/2026), tidak terlihat adanya aktivitas pekerja. Area pembangunan tampak sepi tanpa kegiatan konstruksi. Sementara itu, di bagian depan sepanjang bangunan terpasang pita kuning bertuliskan “Do Not Cross”.
Dalam papan informasi proyek tertulis kegiatan “Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Atas” dengan pekerjaan berupa pembangunan unit sekolah baru SMAN 1 Cibitung. Addendum surat perjanjian tercatat dengan nomor 7295/KU.11.08/PSMA tertanggal 11 Desember 2025.
Baca Juga: Mulai 1 April 2026, Pemerintah Akan Batasi Pembelian Pertalite dan Solar
Nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp6.586.161.600 dengan tahun anggaran 2025. Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan tercantum selama 50 hari kalender, dengan ketentuan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per seribu). Dimana proyek ini diketahui dikerjakan oleh penyedia jasa CV Putra Putri Mandiri.
Seorang warga Kecamatan Cibitung berinisial RD mengatakan, pemasangan pita kuning tersebut sudah berlangsung sekitar enam hari. Namun, ia mengaku tidak mengetahui pihak yang memasangnya.
“Kurang lebih sudah enam harian dipasang. Tapi tidak tahu siapa yang memasang,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: Dispar Siapkan Tollgate Wisata Usai 325 Ribu Wisatawan Kunjungi Kabupaten Sukabumi
RD menambahkan, sebelumnya pada Februari lalu pihak Kecamatan Cibitung sempat mendampingi kunjungan dari Polda dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ke lokasi pembangunan.
Sementara itu, Camat Cibitung, Hodan Firmansyah, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pada Februari pihaknya sempat mendampingi dari Polda dan PPK untuk mengecek lokasi pembangunan sekolah tersebut. “Kalau untuk yang memasang garis itu, kami tidak tahu,” singkatnya.





