Terjatuh ke Septic Tank, Warga Jampangtengah Meninggal Diduga Akibat Luka Infeksi Berat

Sukabumiupdate.com
Jumat 15 Mei 2026, 20:24 WIB
Terjatuh ke Septic Tank, Warga Jampangtengah Meninggal Diduga Akibat Luka Infeksi Berat

Ilustrasi Seorang pria meninggal dunia diduga akibat luka infeksi berat setelah jatuh ke Septic Tank. (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang pria berinisial H (51), warga Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 14.20 WIB, setelah sebelumnya terjatuh ke dalam septic tank.

Humas RSUD R. Syamsudin SH, dr. Irfan Nugraha, menjelaskan bahwa pasien dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 13.00 WIB, pada Senin 11 Mei 2026 dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Pasien datang ke IGD sekitar jam 13.00 hari Senin tanggal 11 Mei 2026 sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri,” kata Irfan kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: 2 SMA dan 1 SMK di Sukabumi Bakal Dijadikan Sekolah Maung ala KDM

Menurut Irfan, tim medis langsung melakukan tindakan resusitasi sesuai kondisi pasien saat tiba di rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka pada bagian betis kanan dengan kondisi area sekitar luka sudah membengkak.

“Dilakukan tindakan resusitasi sesuai kondisi pasien. Ada satu luka di daerah betis kanan dan area sekitar luka sudah membengkak,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (15/5/2026).

Korban Jatuh ke Septuc Tank Pada Sabtu 9 Mei 2026

Ia mengungkapkan, pihak rumah sakit menerima informasi bahwa korban sebelumnya sempat terjatuh ke dalam Septic Tank pada Sabtu (9/5/2026). Luka yang dialami korban diduga disebabkan oleh besi atau seng di lokasi kejadian.

“Betul ada informasi bahwa pada Sabtu tanggal 9 Mei pasien terjatuh ke septic tank. Kemungkinan karena besi atau seng,” ungkapnya.

Baca Juga: Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Volume Kendaraan di Sukabumi Utara Meningkat

Setelah kejadian tersebut, korban disebut sempat mendapatkan penanganan awal di fasilitas kesehatan setempat. “Pada Sabtu setelah kejadian itu sempat dijahit di sana (Puskesmas Purabaya),” kata Irfan.

Meski demikian, kondisi korban diduga terus memburuk hingga akhirnya dilarikan ke RSUD R. Syamsudin SH. Pihak rumah sakit menduga korban mengalami infeksi bakteri berat akibat luka yang dideritanya dan telah menunjukkan tanda-tanda kegagalan multiorgan.

“Sebab pasti meninggal tidak diketahui, namun ada dugaan karena infeksi bakteri berat akibat luka, dan juga sudah ada tanda kegagalan multiorgan,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Cuma Soal Mistis, Ini Fakta Menarik Bunga Sedap Malam yang Belum Banyak Diketahui

Korban dinyatakan meninggal dunia pada Senin 11 Mei 2026, sekitar pukul 14.20 WIB sesaat setelah menjalani penanganan di ruang IGD. Irfan menambahkan, tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. “Tidak dilakukan otopsi,” pungkasnya.

 

Berita Terkait
Berita Terkini