SUKABUMIUPDATE.com – Pembangunan gedung baru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cibitung yang berlokasi di Kampung Kubang–Pasirgede, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan warga. Bagaimana tidak, sekolah yang akan menjadi tempat anak-anak menimba ilmu tersebut dipasang police line (garis polisi), meski kondisi bangunan belum rampung sepenuhnya.
Dari pantauan di lokasi proyek sejak Sabtu 14 Februari 2026, tidak terlihat adanya aktivitas para pekerja. Area pembangunan juga tampak sepi tanpa kegiatan konstruksi, sementara papan informasi proyek dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat masih terpasang di bagian depan bangunan.
Dalam papan tersebut tertulis kegiatan: “Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Atas” dengan pekerjaan berupa pembangunan unit sekolah baru SMAN 1 Cibitung. Addendum surat perjanjian tercatat dengan nomor 7295/KU.11.08/PSMA tertanggal 11 Desember 2025.
Baca Juga: Warga Warudoyong Temukan Mayat di Susukan Pinggir Perumahan
Nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp6.586.161.600 dengan tahun anggaran 2025. Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan tercantum selama 50 hari kalender, dengan ketentuan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per seribu). Proyek ini diketahui dikerjakan oleh penyedia jasa CV Putra Putri Mandiri.
Selain proyek yang mangkrak, warga juga mengungkapkan bahwa bangunan sekolah tersebut kini telah dipasangi garis polisi (police line). Salah seorang warga setempat berinisial DH (40 tahun) menyebutkan, pemasangan police line sudah berlangsung sekitar lima hari.
“Sudah ada sekitar lima hari dipasang police line. Yang dipasang terlihat di bagian depan bangunan,” ujar DH kepada Sukabumiupdate.com, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: 325 Ribu Wisatawan Kunjungi Kabupaten Sukabumi, Liburan Lebaran Idulfitri 1447 H
Namun demikian, DH mengaku tidak mengetahui secara pasti pihak yang melakukan pemasangan garis polisi tersebut, karena tidak melihat langsung saat proses pemasangan berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab terhentinya pembangunan maupun pemasangan police line di lokasi proyek tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cibitung, Sholeh, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemasangan garis polisi di lokasi tersebut. “Kami baru saja mengecek ke lokasi, ternyata benar,” singkatnya.


