SUKABUMIUPDATE.com – Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Jaenudin, menyampaikan tanggapan terkait pembangunan Unit Sekolah Baru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cibitung di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, yang hingga kini terhenti pengerjaannya.
Menurut Jaenudin, pihaknya sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menindaklanjuti dan mengevaluasi penyebab penghentian pembangunan tersebut. Selain itu, ia menekankan agar penyedia jasa yang bertanggung jawab atas proyek itu menuntaskan kewajibannya sesuai kontrak.
Jaenudin menyampaikan bahwa penyelesaian pembangunan sekolah ini sangat penting untuk memastikan akses pendidikan bagi siswa di wilayah tersebut tidak terganggu. “Kita harus memastikan setiap proyek pendidikan berjalan lancar dan sesuai rencana, agar pelayanan pendidikan bagi masyarakat tidak terhambat,” ujar Jaenudin kepada sukabumiupdate.com usai kegiatan Reses di Desa Cikangkung, Senin (23/2/2026).
Sebelumnya diberitakan, Pembangunan sekolah baru Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN 1 Cibitung di Kampung Kubang - Pasirgede, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan warga sekitar. Pasalnya, pengerjaan pembangunan tersebut terhenti meski bangunan belum rampung sepenuhnya.
Baca Juga: Ciwang Sukabumi Lezat, 6 Takjil dari Jawa Barat untuk Berbuka Puasa
Sementara itu, papan informasi proyek dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat masih terpasang di area depan bangunan. Dalam papan tertulis jenis kegiatan, yaitu Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Atas. Pekerjaan: Pembangunan Unit Sekolah Baru SMAN 1 Cibitung Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.
Adapun Addendum Surat Perjanjian tercatat dengan nomor 7295/KU.11.08/PSMA tertanggal 11 Desember 2025. Nilai kontrak proyek mencapai Rp6.586.161.600, dengan tahun anggaran 2025. Waktu kerja tercantum selama 50 hari kalender, dengan ketentuan denda 1/1000 (satu per seribu). Proyek tersebut dikerjakan oleh penyedia jasa CV. Putra Putri Mandiri.
Kepala Desa Cibitung, Iji Pahrudin, membenarkan pengerjaan proyek sudah tidak berjalan sejak dua minggu terakhir. Bahkan, menurutnya, kontrak pekerjaan telah diputus. “Memang sudah tidak ada kegiatan pengerjaan sejak dua minggu lalu, bahkan sudah putus kontrak,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (14/2/2026
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari pihak penyedia jasa, kendala yang dihadapi berkaitan dengan persoalan keuangan. Disebutkan bahwa belum ada pencairan dana lanjutan sesuai tahapan progres dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, di lapangan masih terdapat persoalan pembayaran material yang belum terselesaikan kepada pengusaha lokal.
Jika melihat progres di lapangan, pembangunan diperkirakan dibawah 80 persen. Namun, sejumlah pekerjaan masih belum diselesaikan, di antaranya pemasangan keramik, pengecatan, instalasi listrik, serta satu lokal bangunan yang baru tahap cut and fill. “Kalau tidak salah totalnya ada tujuh lokal, ditambah kantor dan MCK,” tambah Iji.
Baca Juga: Muhammad Jaenudin Serap Aspirasi Warga Ciracap dan Berbagi Beras di Bulan Ramadan
Dari pantauan sukabumiupdate.com di lokasi proyek, Selasa (24/2/2026) tidak terlihat adanya aktivitas pekerja. Area pembangunan tampak sepi tanpa kegiatan konstruksi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait kelanjutan pembangunan tersebut. Warga berharap proyek pembangunan sekolah tersebut dapat segera dilanjutkan agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.






