Bentrok Gegara Lahan Parkir Indomaret RE Martadinata Kota Sukabumi Versi Kelompok Iyong

Sukabumiupdate.com
Rabu 11 Mar 2026, 17:59 WIB
Bentrok Gegara Lahan Parkir Indomaret RE Martadinata Kota Sukabumi Versi Kelompok Iyong

Ilustrasi AI. Bentrok rebutan lahan parkir (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Bentrokan berdarah di Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi Jawa Barat, Senin (9/3/2026) ternyata tak hanya menimbulkan korban di pihak Boim (juru parkir). Dua orang dari kelompok Iyong yang mendatangi lahan parkir Indomaret juga terluka akibat insiden tersebut.

Perwakilan pihak Iyong, Muhammad Farhan (32 tahun) membantah jika insiden itu disebut penyerangan, karena dua orang rekannya juga terluka dan yang terjadi adalah bentrokan antara kelompok Iyong dan Boim. 

Kejadian bermula dari upaya klarifikasi pengelolaan lahan parkir di kawasan tersebut. Farhan menjelaskan, sehari sebelum insiden terjadi, pihak Iyong sempat mendatangi Boim untuk membicarakan pengelolaan parkir secara bersama. Namun saat itu Boim tidak berada di tempat sehingga pembicaraan dilakukan dengan adiknya. 

Baca Juga: Sepanjang 2025, Disdik Sukabumi Revitalisasi Ratusan Ruang Kelas hingga Beasiswa

“Pertama, kelompok Iyong mendatangi pihak Boim pada malam sebelum bentrokan, tapi Boim tidak ada, pihak kita ngobrol dengan adiknya. Di situ kita minta mengelola bareng-bareng parkiran, tanggapan dari adiknya Boim pun baik dan sepakat untuk mengelola bersama,” ujar Farhan kepada sukabumiupdate.com, Rabu (11/3/2026).

Namun situasi berubah keesokan harinya. Farhan mengklaim Boim datang ke kawasan Dewi Sartika sambil membawa besi dan berteriak mencari Iyong. 

“Sehingga dari pihak Iyong mau menanyakan ada apa, Boim mencari Iyong. Datanglah kami ke lokasi kejadian bersama beberapa orang untuk mengklarifikasi, tapi dari sana pihak Boim tidak terima akhirnya terjadi bentrokan,” katanya.

Baca Juga: Diduga Lecehkan Penumpang Angkot, Pria di Cicurug Sukabumi Ngamuk Bawa Kampak

Farhan menuturkan dalam kejadian tersebut tidak hanya pihak jukir yang mengalami luka, melainkan dari pihaknya juga terdapat korban. Dua orang dilaporkan mengalami luka di bagian tangan dan kaki.

“Dari pihak kita juga ada dua korban, keduanya luka di bagian tangan dan kaki, inisial RS (33) dan NEP (27),” ungkapnya.

Selain itu, Farhan membantah adanya penggunaan senjata tajam dalam bentrokan tersebut, sebagaimana yang sempat ramai dibicarakan di media sosial. “Tidak ada yang bawa sajam, seperti di video yang beredar juga tidak ada yang pegang sajam,” jelasnya.

Baca Juga: Berburu Sembako Murah! Warga Padati Alun - Alun Palabuhanratu Sukabumi

Ia menambahkan, pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cikole pada hari yang sama setelah peristiwa bentrokan terjadi. “Kami juga sudah laporan ke Polsek sesaat setelah kejadian pada hari itu juga, kira-kira pukul 20.00 WIB, dan juga sudah komunikasi dengan Boim untuk mediasi, semoga masalah ini bisa segera diselesaikan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, lima juru parkir menjadi korban pembacokan dalam insiden bentrokan yang terjadi di Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Peristiwa itu diduga dipicu persoalan penguasaan lahan parkir di kawasan tersebut.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini