Tanah Masih Bergerak di Bantargadung: 356 Jiwa Ngungsi, Balita-Lansia Bertahan di Tenda Darurat

Sukabumiupdate.com
Selasa 03 Mar 2026, 20:32 WIB
Tanah Masih Bergerak di Bantargadung: 356 Jiwa Ngungsi, Balita-Lansia Bertahan di Tenda Darurat

Potret korban bencana pergerakan tanah di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, yang tengah mengungsi di tenda darurat. (Sumber : SU/Ilyas).

SUKABUMIUPDATE.com – Bencana pergeseran tanah di Kampung Cijambe RT 05 RW 07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan perkembangan yang sangat mengkhawatirkan. Data terbaru mencatat jumlah warga terdampak kian bertambah, bahkan pergerakan tanah kini meluas hingga ke wilayah RT 02 RW 07.

Camat Bantargadung, Syarifudin Rahmat, mengungkapkan total terdapat 90 rumah terdampak dengan rincian 41 rumah terancam, 21 rusak ringan, 21 rusak sedang, dan 15 rusak berat, berdasarkan data terbaru.

"Perkembangannya, pergerakan tanah sudah bergeser ke RT 02 RW 07. Jadi ada penambahan warga terdampak. Secara keseluruhan, jumlah kepala keluarga (KK) terdampak kini mencapai 112 KK dengan total 356 jiwa. Dari jumlah tersebut terdapat 48 balita, 8 penyandang disabilitas, dan 37 lansia," kata Syarifudin kepada Sukabumiupdate.com, pada Selasa (3/3/2026).

Baca Juga: Rumah Ambruk di Lokasi Bencana Pergerakan Tanah Cikadu Palabuhanratu, 60 KK Terdampak

Dari total 112 KK, Syarifudin menyebutkan bahwa sebanyak 46 KK memilih mengungsi mandiri ke rumah sanak saudara atau menyewa kontrakan. Sementara itu, 63 KK atau 191 jiwa bertahan di lokasi pengungsian yang difasilitasi pemerintah.

"Di pengungsian malam ini ada 191 jiwa, termasuk 34 balita dan 22 lansia. Pemerintah telah menyiapkan 11 tenda famili dari BNPB dan BPBD Kabupaten Sukabumi. Selain itu, bantuan tenda peleton dan 100 unit velbed juga datang dari Dandim melalui Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi untuk mengantisipasi kondisi darurat di lapangan," ujar Syarifudin.

Sementara itu, hujan deras yang terus mengguyur wilayah Bantargadung semalaman sempat menyebabkan limpasan air masuk ke area tenda pengungsian. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena alas tidur menjadi basah.

Baca Juga: Warga: Penggundulan Lereng Bukit Picu Pergerakan Tanah Cijambe Bantargadung, Ratusan Jiwa Mengungsi

Syarifudin mengakui keterbatasan sarana menjadi kendala utama. Upaya penyediaan palet kayu sempat diupayakan, namun terkendala ketersediaan di wilayah setempat.

"Kita sudah berusaha mencari palet, tapi potensi di Bantargadung memang tidak ada. Bahkan sempat terpikir pakai potongan kayu, tapi itu menyulitkan," katanya.

"Sebagai langkah antisipasi, velbed bantuan dari Kodim 0622 langsung didistribusikan ke tiap tenda famili agar pengungsi tidak lagi tidur langsung di atas terpal," sambungnya.

Status Bencana Masih Menunggu Keputusan

Terkait status tanggap darurat, Camat Bantargadung Syarifudin, menyebut hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi berdasarkan hasil asesmen lapangan.

"Secara resmi kita masih menunggu keputusan pimpinan. Termasuk soal dapur umum, hari ini belum ada keputusan," tuturnya.

Baca Juga: Dinkes Sukabumi Siagakan Layanan Kesehatan 24 Jam di Posko Pengungsi Pergerakan Tanah Cijambe

"Forkopimcam Bantargadung juga berinisiatif mendorong dapur SPPG MBG di wilayah kecamatan untuk difungsikan sebagai dapur umum guna memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa untuk kebutuhan masyarakat di pengungsi," tambahnya.

Himbauan juga diberitahukan kepada warga, khususnya di RT 05 dan RT 02, agar tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, terlebih saat curah hujan tinggi. Di RT 02 sendiri diperkirakan ada tambahan sekitar 8 KK yang kini masuk kategori terancam dan telah mengungsi mengikuti warga RT 05.

"Kita harapkan semua warga yang terancam tetap waspada. Apalagi kalau hujan turun terus. Dan khusus warga RT 05, jangan sampai kembali ke atas ke pemukiman karena kondisinya sudah tidak layak huni," tandasnya.

 

Berita Terkait
Berita Terkini