SUKABUMIUPDATE.com – Warga sekitar perempatan Jalan Ciandam dan Jalan Sarasa, Jalur Lingkar Selatan, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi terlibat bentrokan dengan gerombolan bermotor yang melintas menjelang waktu berbuka puasa, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat kawasan tengah ramai warga yang hendak membeli takjil. Sejumlah warga disebut menghadang rombongan bermotor yang dinilai meresahkan, dengan menggunakan berbagai benda tumpul.
Anwar, seorang pedagang takjil di lokasi kejadian, mengaku melihat langsung rombongan bermotor yang konvoi sambil mengarak bendera. Ia menyebut, beberapa di antaranya terlihat membawa senjata tajam dan sempat melukai warga sekitar. Kondisi itu memicu kemarahan warga yang sudah bersiaga di lokasi.
Saat rombongan melintas di perempatan Jalan Ciandam dan Jalan Sarasa, bentrokan pun tak terhindarkan. Kedua belah pihak terlibat aksi saling serang di tengah keramaian.
"Mereka gunakan petasan ditengah keramaian belanja takjil kebanyakan ibu-ibu dan anak jadi panik membuat warga marah tersulut emosi," Kata Anwar kepada awak media.
Menurut Anwar, warga yang tersulut emosi melakukan penyergapan terhadap sejumlah anggota gerombolan bermotor yang berusaha melarikan diri. Situasi di lokasi sempat ricuh, bahkan beberapa anggota rombongan disebut saling bertabrakan saat kabur.
"Warga yang marah, menghajar gunakan balok dan benda lain. Satu orang ketangkap, bonyok digebukin massa," Jelasnya.
Baca Juga: Terekam CCTV! Maling Gasak Etalase Rokok dan Uang di RM Cipicung Waluran, Korban Rugi Rp7 Juta
Satu pemuda yang diduga bagian dari gerombolan bermotor berhasil diamankan warga. Untuk menghindari aksi massa yang semakin brutal, pemuda tersebut kemudian diamankan di salah satu bengkel sebelum pihak kepolisian datang ke lokasi.
"Diamani disana (bengkel), banyak yang gebukin. Untung cepat hubungi polisi. Langsung dibawah, katanya di Polsek Cibeureum. Motornya nanti nyusul diantar di Polsek," Pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait jumlah korban maupun tindak lanjut atas peristiwa tersebut.





