Ayah NS Ungkap Dugaan Kekerasan Sempat Dilaporkan Tahun Lalu, Damai Usai Dimediasi

Sukabumiupdate.com
Jumat 20 Feb 2026, 23:37 WIB
Ayah NS Ungkap Dugaan Kekerasan Sempat Dilaporkan Tahun Lalu, Damai Usai Dimediasi

Anwar Satibi, Ayah NS (anak yang meninggal diduga akibat dianiaya | Foto : Turangga Anom

SUKABUMIUPDATE.com - Duka atas meninggalnya NS (12 tahun), siswa kelas 1 SMP asal Surade, Kabupaten Sukabumi, masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga. Ayah korban, Anwar Satibi, mengungkap dugaan kekerasan terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi, bahkan sudah pernah dilaporkan sekitar setahun lalu.

Dalam wawancara dengan sukabumiupdate.com, Anwar menuturkan konflik di rumah tangganya kerap dipicu persoalan dengan anak angkat sang istri. “Dia (istri) itu punya anak angkat dua, laki laki dan perempuan, anak angkatnya kelas 3 SMA, kalau berantem anak saya dengan anak angkatnya itu, itu yang dihantem anak saya,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Ia menyebut, dugaan penganiayaan pernah terjadi dan sempat dilaporkan ke kepolisian. “Pas terjadi penganiayaan satu tahun yang lalu di Polres Sukabumi, itu gara gara-gara berantem sama anak angkatnya itu, jadi ini sudah pernah terjadi, cuma dimediasi sama Haji Isep,” katanya.

Kala itu, proses hukum tidak berlanjut setelah adanya permintaan damai dari pihak istri. “Dia (istri) sampai sujud ke saya minta jangan lapor katanya mau tobat, intinya mau baik, akhirnya berdamai,” ucapnya.

Baca Juga: Suasana Haru Iringi Pemakaman NS, Sang Paman Minta Publik Bijak Sikapi Isu di Medsos

Namun, Anwar menegaskan laporan tersebut belum dicabut. Ia bahkan masih mengingat momen saat menunjukkan kondisi anaknya kepada aparat. “Sebetulnya laporan itu belum saya cabut. Itu saksinya Kanit Riki lah, ketika buka baju anak saya, saya sampai nangis itu. Dipukulin pakai benda (cara penganiayaan sebelumnya),” tuturnya.

Terkait langkah autopsi, Anwar kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan keinginannya sebagai orang tua. “Saya, saya orang tuanya yang minta untuk dilakukan otopsi. Ya. Saya tidak mau memfitnah orang, saya tidak mau menuduh orang,” ujarnya.

Ia mengaku memiliki kecurigaan, namun memilih menempuh jalur pembuktian medis. “Kecurigaan ada, tapi kita tidak bisa menuduh. Ya makanya saya mau melakukan otopsi biar jelas nanti hasilnya,” katanya.

Sementara itu, Isep Dadang Sukmana (62), kakek angkat NS yang sempat memediasi kasus sebelumnya, menegaskan dirinya tidak pernah menuduh siapa pun. “Saya tidak menuduh ya, tidak menuduh siapa-siapa pelakunya,” ujarnya.

Ia membenarkan bahwa setahun lalu persoalan tersebut sempat diselesaikan secara kekeluargaan. Saat itu, menurutnya, Anwar meminta saran terkait langkah yang harus diambil. “Enggak ada salahnya Jang, memaafkan seseorang, siapa tahu dia berubah untuk ke depannya,” kata Isep, mengingat nasihat yang pernah ia sampaikan.

Baca Juga: Mengenal Maladewa, Negara dengan Penduduk 100 Persen Beragama Islam

Terkait kondisi terakhir korban, Isep menyebut sempat datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar. Ia juga kembali menegaskan bahwa permintaan autopsi datang dari ayah korban. “Yang mau diotopsi ada permintaan dari bapaknya,” ujarnya.

Kini, sang ayah berharap proses hukum dan hasil autopsi dapat mengungkap fakta sebenarnya atas kematian NS.

Diberitakan sebelumnya, ayah NS memilih menempuh jalur autopsi guna memastikan penyebab kematian anaknya dan menghindari tudingan tanpa dasar. Ia menegaskan tidak ingin menuduh siapa pun tanpa bukti, namun berharap kebenaran dapat terungkap melalui proses forensik dan penyelidikan aparat kepolisian.

Berita Terkait
Berita Terkini