SUKABUMIUPDATE.com - Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Lani (LN), petani asal Kampung Ciranjang RT 05/01, Desa Karanggeusan, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (13/2/2026) sore.
Korban yang diduga tewas akibat penganiayaan ini dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ciranjang sekitar pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya menjalani prosedur autopsi di RS Bhayangkara Kota Sukabumi.
Jenazah tiba di rumah duka pada pukul 16.41 WIB dan langsung diantar oleh warga ke lokasi pemakaman yang berjarak sekitar 700 meter dari rumah duka.
"Prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 18.00 WIB," ujar salah seorang warga setempat yang hadir di lokasi.
Baca Juga: Petani di Jampangkulon Tewas di Sawah dengan Kaki Terikat, Diduga Dianiaya Massa
Diketahui, peristiwa tragis yang menimpa pria berusia 64 tahun ini bermula pada Kamis (12/2/2026) pagi. Lani ditemukan tak bernyawa di area persawahan milik warga Tasikmalaya yang ia kelola, hanya berjarak 70 meter dari kediamannya.
Kondisi jenazah saat ditemukan cukup memprihatinkan dengan sejumlah luka lebam, bahkan kedua kaki korban dalam keadaan terikat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini diduga dipicu oleh perselisihan antara korban dengan salah seorang tetangganya.
Setelah perselisihan terjadi, korban sempat berusaha menjauh. Namun, sejumlah warga diduga mengejar dan melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama hingga mengakibatkan korban dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal dunia.
Istri korban, Hindun (52 tahun), mengaku baru mengetahui suaminya menjadi korban kekerasan sekitar pukul 08.00 WIB. Saat kejadian, Hindun sedang berada di rumah ibunya yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
“Sekitar jam tujuh pagi ada tetangga datang ke rumah memberi tahu kalau suami saya sedang digebuki di sawah,” ujar Hindun saat ditemui di rumah duka, Jumat pagi.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Sukalarang Jalan Nasional Sukabumi - Cianjur, Truk Hantam Pengendara Motor
Ia menjelaskan, berdasarkan kondisi jenazah, korban mengalami lebam di bagian pipi kiri dan kanan, pelipis, mulut, serta bagian belakang kepala tepat di belakang telinga sebelah kanan. Selain itu, terdapat pembengkakan di kepala bagian belakang serta lecet di bagian dada dan kedua lutut.
“Kami tidak tahu permasalahannya apa, karena terakhir bertemu itu Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB, saat ada pekerja yang memasang keramik di rumah,” tuturnya.
Hingga berita ini tayang, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.





