Edukasi Mitigasi Gempa, BPBD Sukabumi Latih Siswa SD Evakuasi Mandiri

Sukabumiupdate.com
Jumat 06 Feb 2026, 19:57 WIB
Edukasi Mitigasi Gempa, BPBD Sukabumi Latih Siswa SD Evakuasi Mandiri

Suasana simulasi evakuasi gempabumi yang dipandu BPBD Kabupaten Sukabumi di SD Muhammad Al-Unaizy sebagai upaya menanamkan kesiapsiagaan bencana sejak dini. (Sumber : BPBD)

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan edukasi kebencanaan sekaligus simulasi evakuasi gempabumi di SD Muhammad Al-Unaizy, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis, 5 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari permohonan pihak sekolah yang menginginkan adanya penguatan mitigasi bencana bagi para siswa. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan kerja sama BPBD dengan Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan dalam upaya membangun kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan bahwa sekolah menjadi salah satu fokus edukasi kebencanaan karena anak-anak merupakan kelompok rentan yang perlu dibekali pemahaman sejak dini.

Baca Juga: Geliat Minyak Atsiri di Sukabumi Selatan, Petani Pala Terbantu Paguyuban Jampang Manggung

“Kegiatan ini atas permohonan dari pihak sekolah. Tujuannya untuk memitigasi anak-anak didik agar mereka mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujar Daeng kepada sukabumiupdate.com, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, wilayah Kecamatan Cisaat memiliki risiko bencana, salah satunya gempabumi. Oleh karena itu, materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut difokuskan pada kesiapsiagaan menghadapi gempa.

“Kita titik beratkan ke gempabumi karena memang risiko di wilayah ini ada, meskipun di beberapa wilayah lain juga terdapat potensi banjir,” jelasnya.

Kegiatan diawali dengan pemberian materi edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi gempabumi, khususnya penguatan mental siswa agar tidak panik saat terjadi kondisi darurat. Setelah itu, tim BPBD memandu simulasi evakuasi mandiri yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Baca Juga: Bandung Diguncang Gempa Dangkal, Titiknya Dekat Gunung Manglayang

Dalam simulasi tersebut, siswa mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri, mulai dari berlindung di bawah meja saat gempa terjadi hingga bergerak menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang aman. Kegiatan kemudian diakhiri dengan evaluasi teknis untuk menilai ketepatan prosedur evakuasi.

Daeng menilai, hasil simulasi menunjukkan respons yang cukup baik dari siswa maupun pihak sekolah.

“Dari simulasi terlihat anak-anak antusias dan sudah paham. Saat ditanya tentang gempabumi, mereka sudah mengetahui dasarnya. Tinggal kita tekankan imbauan agar tidak panik saat bencana terjadi,” katanya.

Ia menuturkan, metode penyampaian materi dilakukan secara dua arah agar siswa lebih aktif.

“Tidak hanya simulasi, tapi juga ada interaksi. Anak-anak ditanya dan mereka juga bertanya. Alhamdulillah cukup aktif,” ujarnya.

Menurut Daeng, selama pelaksanaan simulasi tidak ditemukan kepanikan dari para siswa. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali.

Ke depan, BPBD Kabupaten Sukabumi akan terus melaksanakan kegiatan serupa di sekolah maupun pondok pesantren lainnya, sesuai dengan permohonan dari masing-masing pihak.

“Kami sudah beberapa kali melakukan simulasi di sekolah dan pondok pesantren. Biasanya atas inisiatif mereka yang mengundang BPBD. Respon dari pihak sekolah juga bagus, termasuk kesiapan titik kumpul dan rambu-rambu evakuasi,” pungkasnya. (adv)

 

Berita Terkait
Berita Terkini