Geliat Minyak Atsiri di Sukabumi Selatan, Petani Pala Terbantu Paguyuban Jampang Manggung

Sukabumiupdate.com
Jumat 06 Feb 2026, 18:34 WIB
Geliat Minyak Atsiri di Sukabumi Selatan, Petani Pala Terbantu Paguyuban Jampang Manggung

Potret warga sedang mengupas pala sebagai bahan minyak Atsiri, di Kampung Cikontrang, Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi.. (Sumber : SU/Ragil Gilang).

SUKABUMIUPDATE.com - Keberadaan Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan minyak atsiri pala yang dikelola Paguyuban Petani Jampang Manggung memberikan dampak positif bagi para petani pala di Sukabumi Selatan. Salah satunya dirasakan Pirdi (34 tahun), petani yang berasal dari wilayah Pajampangan.

IKM tersebut berlokasi di Kampung Cikontrang, Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. Menurut Pirdi, pengolahan pala menjadi minyak atsiri sangat membantu petani, terutama saat musim panen melimpah.

“Terus terang kami para petani sangat terbantu, terutama dalam hal penjualan dan harga. Saat pala melimpah, kami biasanya kesulitan menjual karena stok banyak di mana-mana. Kalau pun dijual ke tengkulak, harganya sangat minim,” ujar Pirdi kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (6/2/2026).

Ia menuturkan, saat ini harga pala di pasaran hanya berkisar Rp 2.000 per kilogram. Namun, dengan adanya IKM minyak atsiri, pala petani dibeli dengan harga Rp 4.000 per kilogram.

“Perbedaannya sangat terasa. Ini jelas membantu ekonomi petani,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Petani Jampang Manggung, Andri Keling, membenarkan bahwa pihaknya membeli pala petani dengan harga Rp 4.000 per kilogram sebagai bentuk keberpihakan kepada petani.

Baca Juga: Polisi Dalami Rekaman CCTV Aksi Penyerangan Pelajar di Pasirdoton Sukabumi

“Saat ini bahan baku pala yang kami olah berasal dari beberapa kecamatan di wilayah Pajampangan, seperti Jampangtengah, Lengkong, Cidadap, Curugkembar, Cidolog, Surade hingga Tegalbuleud,” jelas Andri.

Selain membantu pemasaran hasil panen, Paguyuban Petani Jampang Manggung juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Beberapa warga dilibatkan dalam proses pengolahan, mulai dari pengupasan pala hingga penjemuran bahan baku.

“Ini bagian dari upaya kami agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Minyak atsiri pala sendiri merupakan salah satu produk unggulan potensial Kabupaten Sukabumi. Produk ini dihasilkan melalui metode penyulingan uap dari berbagai bagian pala, seperti daging buah, biji, kulit biji, hingga daun, guna memaksimalkan rendemen.

Kandungan utama minyak atsiri pala meliputi sabinene, eugenol, dan myristicin yang dikenal memiliki manfaat untuk meredakan nyeri serta membantu meningkatkan suasana hati. Harga minyak atsiri pala di pasaran bahkan dapat mencapai jutaan rupiah per liter.

Baca Juga: Bandung Diguncang Gempa Dangkal, Titiknya Dekat Gunung Manglayang

Dalam proses produksi, bahan baku pala harus melalui tahap penjemuran hingga benar-benar kering. Penjemuran alami membutuhkan waktu sekitar tujuh hari, sedangkan dengan mesin pemanas atau oven dapat dipersingkat menjadi sekitar dua hari.

Pengembangan minyak atsiri pala diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani pala di wilayah selatan Sukabumi atau Pajampangan.

Berita Terkait
Berita Terkini