Nyasar ke Pemukiman, Seekor Elang Jawa Diamankan Usai Tabrak Kaca Jendela Warga Nagrak

Sukabumiupdate.com
Minggu 01 Feb 2026, 18:45 WIB
Nyasar ke Pemukiman, Seekor Elang Jawa Diamankan Usai Tabrak Kaca Jendela Warga Nagrak

Seekor elang jawa yang diamankan warga Nagrak, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Insiden satwa liar masuk ke permukiman warga kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, seekor Elang Jawa dilaporkan menabrak jendela rumah warga di Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, hingga menyebabkan kaca rumah pecah.

Peristiwa tersebut dibenarkan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Winda Tri Sutrisno, usai menerima laporan dari warga sekitar lokasi kejadian.

"Itu teh persisnya warga yang punya rumah juga ga tahu cuman tetangganya berteriak ada suara benturan ke rumahnya Kang Deri. Benturan itu agak keras kaca pecah jadi ga tahu seperti apa tiba-tiba kaca pecah aja. Pas dilihat ternyata ada burung. Kejadiannya kemarin pagi sekitar jam 10.00 an," kata Winda.

Winda menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum sempat memeriksa kondisi fisik Elang Jawa tersebut. Namun, berdasarkan pengamatan awal, satwa dilindungi dengan nama latin Nisaetus bartelsi itu diduga mengalami luka akibat terbang rendah dan menabrak kaca rumah warga.

"Terbangnya rendah kurang tahu tuh kenapa. Kayaknya dia luka sih. Belum dicek ini lagi," ungkapnya.

Baca Juga: Serap Aspirasi Warga, Budi Azhar Sebut Alun-alun Sagaranten Segera Terwujud

Ia menambahkan, dugaan sementara Elang Jawa tersebut berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang jaraknya sekitar 5 hingga 6 kilometer dari lokasi kejadian.

"Radiusnya sih kemungkinan dari TNGGP. Sekitar 5 - 6 kilometer kang," paparnya.

Saat ini, Elang Jawa tersebut masih berada di rumah warga untuk sementara waktu dan dijaga dengan pengawasan, sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.

P2BK Nagrak telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat terkait tindak lanjut penanganan satwa tersebut.

"Iya semalam kan saya udah komunikasi nunggu dulu dari bidang ataupun yang menangani hal itu. Suruh dipelihara dulu suruh dijaga dulu soalnya itu kan satwa dilindungi khawatirnya warga disangka memelihara dengan sengaja," ucapnya.

"Jadi bukan sengaja memelihara burung tersebut, cuma karena ada insiden jatuh aja dia nabrak ke kaca sambil nunggu dinas terkait untuk penanggulangan lanjutannya," jelasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini