SUKABUMIUPDATE.com - Kesunyian kawasan pertanian Cisoblang yang terletak di kaki hutan Perhutani, sekitar dua kilometer dari perkampungan Puncakbungur, Desa Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, seolah menjadi saksi bisu kerinduan panjang seorang ibu renta. Di antara hamparan huma dan sawah, suara lirih Mak Karsinah menyeruak, membawa rindu yang telah dipendam hampir 15 tahun lamanya.
Mak Karsinah, seorang petani dari Kampung Puncakjengkol, Desa Tegalbuleud, menaruh harapan agar dapat kembali memeluk anak semata wayangnya, Irah. Putri tunggalnya itu telah bekerja sebagai buruh migran di Kota Abha, Arab Saudi, sejak belasan tahun lalu dan belum pernah sekalipun pulang ke tanah air.
“Neng Irah, umi hayang gera panggih, gera balik ka Indonesia, (Neng Irah, ibu ingin cepat bertemu, cepat pulang ke Indonesia).” ucap Mak Karsinah dengan mata berkaca-kaca kepada Sukabumiupdate.com Selasa (13/01/2026).
Baca Juga: Kabupaten Sukabumi Siaga Hujan Lebat hingga Sangat Lebat, Periode 13-15 Januari 2026
Irah juga telah berkeluarga dan memiliki seorang anak laki-laki berusia 22 tahun. Meski telah lama menetap dan bekerja di Arab Saudi, kerinduan dari Mak Karsinah berharap suatu hari dapat kembali berkumpul dengan Irah.
Usia Mak Karsinah kini diperkirakan telah menginjak 70 tahun. Tubuhnya kian ringkih, namun ia tetap memaksakan diri menggarap lahan pertanian demi menyambung hidup. Sejak suaminya, Bah Adang, yang berusia 75 tahun, jatuh sakit dan tak lagi mampu bekerja, seluruh beban keluarga bertumpu di pundaknya.
“Indung teh geus ripuh, gering geus teu bisa walakaya, bapak oge ngayakyak,” lanjutnya lirih. (Ibu sudah tua, sering sakit dan sudah lemas tak berdaya, bapak juga sakit, tidak bisa ke mana-mana).
Baca Juga: Pemkab Sukabumi - DPMD Jabar Verifikasi Data Korban Bencana di 7 Desa di Simpenan
Mak Karsinah kini menggarap huma di lahan Perhutani dengan bercocok tanam padi huma. Selain itu, ia juga mengelola sawah milik tetangganya dengan sistem bagi hasil atau maro. Sawah yang digarapnya sekitar 1.000 meter persegi atau 2,5 patok, tak jauh dari saung tempat ia biasa beristirahat.
Setiap hari, kerinduan itu kerap ia tumpahkan kepada sesama petani di sekitar lahan. Abdul Rohmat (39 tahun), warga Kampung Puncakbungur yang menggarap lahan berdekatan, mengaku iba melihat kondisi Mak Karsinah.
“Setiap hari Mak Karsinah curhat ke saya. Anaknya, Irah, sekarang usianya sekitar 48 tahun, sudah punya suami dan anak, tapi sudah 15 tahun belum pulang juga,” tutur Abdul Rohmat kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: Potensi Banjir Dasarian II Januari 2026 untuk Wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi
Menurutnya, Mak Karsinah dan Bah Adang sebelumnya selalu bertani bersama. Namun dalam hampir tiga minggu terakhir, Bah Adang hanya bisa terbaring sakit. Meski demikian, komunikasi Mak Karsinah dengan anaknya di Arab Saudi masih terjalin, meski hanya lewat kabar yang tak pernah cukup mengobati rindu, bahkan katanya bulan puasa tahun ini akan pulang.
Di bawah langit Cisoblang yang tenang, Mak Karsinah terus menanti. Setiap helai padi yang ia tanam seakan menjadi doa agar suatu hari, langkah kaki Irah kembali menyusuri jalan tanah menuju kampung halaman, memeluk ibunya yang kian menua dalam rindu.






