Penyintas Bencana di Lembursawah Pabuaran Sukabumi Menunggu Kunci Hunian Tetap dari BNPB

Sukabumiupdate.com
Senin 12 Jan 2026, 16:45 WIB
Penyintas Bencana di Lembursawah Pabuaran Sukabumi Menunggu Kunci Hunian Tetap dari BNPB

Huntap atau hunian tetap yang dibangun BNPB untuk penyintas bencana di Lembursawah Pabuaran Kabupaten Sukabumi (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIPDATE.com - Penanganan pascabencana di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat kembali menuai sorotan. Ratusan kepala keluarga penyintas bencana pergerakan tanah di Desa Lembursawah Kecamatan Pabuaran bingung dengan kepastian nasib soal bantuan hunian tetap atau huntap dari pemerintah pusat melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Lebih setahun para penyintas bencana ini tinggal di tenda pengungsian yang dijadikan hunian sementara, sejak bencana pergerakan tanah merusak hunian pada Desember 2024 silam. Hingga kini belum seluruhnya dari penyintas bencana menempati hunian tetap (huntap) yang dibangun dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sekretaris Desa Lembursawah, Mispalah, menjelaskan pembangunan huntap dimulai pada September 2025 dan berlokasi di Kampung Kemajuan, Kampung Lewimalang, di atas lahan milik Pemerintah Desa seluas sekitar 5,2 hektar.

Baca Juga: Awal 2026 Hampir 1000 Pelajar Keracunan Usai Santap MBG, Menu Soto hingga Nasi Kuning

“Pembangunan huntap dikerjakan oleh pihak ketiga atau CV. Rencana 170 unit rumah, kalau pengajian 292 unit. Baru 70 unit yang selesai dibangun per Desember 2025,” ujar Mispalah saat dikonfirmasi Sukabumiupdate.com, Senin (12/1/3026).

Namun demikian, dari 70 unit huntap yang telah rampung, baru sekitar 30 unit yang dapat ditempati oleh warga. Itupun, lanjut Mispalah, kunci rumah diberikan langsung pihak CV kepada warga, bukan melalui pemerintah.

Alasannya karena pihak ketiga belum menerima pembayaran. Jadi sebagian kunci rumah masih ditahan CV,” ungkapnya.

Baca Juga: Sekda Sukabumi Ungkap Biang Kerok Jalan A Yani Palabuhanratu Rusak Parah

Ia menambahkan, sejak 1 Januari 2026 tidak terlihat lagi aktivitas pembangunan di lokasi huntap. Padahal, rencananya pembangunan mencakup 170 unit rumah, dengan pelaksana kegiatan melibatkan tiga perusahaan berbeda.

Sampai sekarang belum ada kepastian apakah pembangunan akan dilanjutkan atau tidak,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, warga yang belum menerima kunci rumah terpaksa kembali ke tenda pengungsian atau mengungsi ke rumah kerabat. Untuk fasilitas penunjang, Mispalah menyebutkan bahwa kebutuhan listrik sementara masih mengambil sambungan dari jalur pemukiman terdekat, sedangkan kebutuhan air bersih telah dibantu melalui pembangunan sumur bor.

Baca Juga: Realisasi Bantuan Rp10 Juta: Pemprov Jabar Verval Penyintas Bencana di Sukabumi

“Kami berharap ada kejelasan dari pihak terkait agar pembangunan huntap ini bisa dilanjutkan dan seluruh warga penyintas dapat segera menempati rumah yang layak,” pungkasnya.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini