SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi membuka Pasar Rakyat UMKM di Lapangan Cangehgar, Palabuhanratu, Jumat (29/8/2025) malam, dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-155.
Pasar rakyat ini akan berlangsung hingga 14 September 2025 dengan menyiapkan 125 stand untuk pedagang dan pelaku UMKM. Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya hasil kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha, tanpa melibatkan dana APBD.
"Pasar rakyat ini berlangsung mulai hari ini sampai 14 September. Mohon doa agar berjalan lancar, karena tujuannya meningkatkan pendapatan masyarakat dan menarik investasi. Stand memang masih ada yang kosong, tapi saya sudah minta agar segera terisi. Rangkaian Hari Jadi Sukabumi berlangsung sampai 30 September, dengan puncaknya pada 9-10 September," kata Ade.
Ade juga menepis kritik terkait biaya sewa stand yang dinilai mahal. "Ini murni kolaborasi dengan dunia usaha, tidak ada dana APBD sedikit pun," tegasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Tindak Tegas Aksi Demo Anarkistis
Sementara itu, Ketua Event Organizer, Agus Candra, mengungkapkan harga sewa stand dipatok Rp4,5 juta termasuk fasilitas tenda dan listrik. Namun khusus UMKM, panitia memberikan potongan hingga 40 persen sehingga menjadi Rp2,5 juta.
"Untuk UMKM sudah kita berikan diskon besar. Tapi 2,5 juta pun masih berat, sehingga masih ada stand kosong. Kondisi ekonomi yang sedang lesu memang membuat pedagang menahan diri. Meski begitu, untuk desa-desa di Kecamatan Palabuhanratu stand disediakan gratis," ujar Agus.
Agus menambahkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menarik keramaian, mulai dari hiburan musik, wahana permainan, hingga penampilan budaya lokal.
"Selain media, kita juga lakukan wawar keliling. Tahun ini juga dikaitkan dengan Hari Jadi Provinsi Jabar ke-80. Insya Allah pada 9 September akan hadir peserta dari kabupaten/kota se-Jabar untuk tampil di sini. Dengan begitu, kunjungan meningkat, perhotelan bergerak, dan ekonomi masyarakat bisa ikut terdongkrak," jelasnya. (Adv)