Bupati & Pj Wali Kota Sukabumi Teken Kesepakatan Pengembangan Potensi Daerah

Selasa 09 Januari 2024, 13:48 WIB
Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji teken kesepakatan bersama pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik. (Sumber : Diskominfosan Kab. Sukabumi)

Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji teken kesepakatan bersama pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik. (Sumber : Diskominfosan Kab. Sukabumi)

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji menandatangani kesepakatan bersama di Pendopo, Selasa (9/1/2024). Kesepakatan bersama tersebut, dilakukan untuk peningkatan kerjasama dalam hal pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik.

Berdasarkan data yang dihimpun, kesepakatan bersama ini merupakan perpanjangan dari yang sebelumnya. Sebab, kesepakatan bersama sebelumnya telah habis masa berlakunya pada akhir 2023 lalu.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menyakini, kesepakatan bersama ini akan membantu masyarakat. Baik di Kota ataupun Kabupaten Sukabumi. Terutama dari sisi pengembangan potensi wilayah dan pelayanan publik.

"Sangat diyakini bersama, kerjasama dua daerah ini bisa membantu persoalan masyarakat," ujarnya.

Apalagi, dua daerah ini sangat berdekatan. Sehingga perlu saling mendukung dalam tugas menyejahterakan masyarakat.

"Kami berharap, kerjasama ini dapat bermanfaat bagi kedua daerah," ucapnya.

Baca Juga: Pemkab dan Pemkot Sukabumi Kerja Sama Atasi Kesenjangan Antarwilayah

Dirinya berharap, kerjasama ini bisa terus berlanjut. Bahkan dilanjutkan oleh para pemimpin kedua daerah tersebut di kemudian hari.

"Semoga pemimpin yang melanjutkan nanti, berpikiran sama terkait pentingnya kerjasama di kedua daerah ini," ungkapnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji menambahkan, tujuan akhir dari kesepakatan bersama ialah kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, kesepakatan bersama ini akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama yang lebih teknis dan operasional.

"Sejauh ini kita ada beberapa perjanjian kerjasama yang telah dilaksanakan. Semoga ke depan bisa semakin banyak lagi perjanjian kerjasama dari kedua daerah ini," bebernya.

Bahkan dirinya berharap, melalui kesepakatan bersama ini dapat terlaksanakan percepatan pembangunan daerah. Selain itu, peningkatan perkonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya itu saja, dirinya pun berharap adanya keterpaduan pembangunan antar daerah termasuk dari sisi efisiensi, efektifitas, dan sinergitas dalam pengembangan potensi daerah termasuk pelayanan publik.

"Melalui kesepakatan bersama ini, semoga akan semakin banyak perjanjian kerjasama antara dua daerah. Hal ini sebagai upaya percepatan pembangunan daerah, perekonomian daerah, dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata oleh Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji. (ADV)

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Figur22 Mei 2024, 16:18 WIB

Dompet Dhuafa Lahirkan Wanita Tangguh, Yuyum Susilawati Kuliahkan Anak dari Beternak

Yuyum hanya sebagian kecil dari mayoritas mitra laki-laki yang mengelola ternak pada umumnya.
Yuyum Susilawati berasal dari Sukabumi. | Foto: Dompet Dhuafa
Food & Travel22 Mei 2024, 16:15 WIB

5 Pantai Terindah yang Wajib Kamu Kunjungi Saat Liburan ke Ujunggenteng Sukabumi

Liburan ke Pantai-pantai di Ujunggenteng adalah hal yang menarik dan wajib dikunjungi saat liburan.
Pantai Karang Gantungan - Liburan ke Pantai-pantai di Ujunggenteng adalah hal yang menarik dan wajib dikunjungi saat liburan. (Sumber : Instagram/@a_pennn)
Inspirasi22 Mei 2024, 16:00 WIB

Bangun Personal Branding, 11 Tips Cepat Mendapatkan Pekerjaan bagi Fresh Graduate

Tips Cepat Mendapatkan Pekerjaan bagi Fresh Graduate: Sesuaikan Surat Lamaran: Tulis surat lamaran yang disesuaikan untuk setiap posisi. Jelaskan mengapa Anda tertarik pada perusahaan dan bagaimana keterampilan Anda cocok untuk pekerjaan itu.
Ilustrasi. Menganggur, Tips Cepat Mendapatkan Pekerjaan bagi Fresh Graduate (Sumber : Pexels/TimGouw)
Nasional22 Mei 2024, 15:30 WIB

Inilah Daftar Pasal Kontroversial RUU Penyiaran yang Diprotes Jurnalis Sukabumi

Sejumlah pasal dalam draf Revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran atau RUU Penyiaran menuai polemik.
Aksi para jurnalis Sukabumi menolak RUU Penyiaran di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (22/5/2024) | Foto : Asep Awaludin
Keuangan22 Mei 2024, 15:03 WIB

Sinergi BJBS KCP Palabuhanratu, MKKS dan LW Doa Bangsa dalam Penguatan Ekonomi Syariah

Bank BJB Syariah KCP Palabuhanratu menginisiasi pertemuan dengan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Rayon Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Selasa (21/5/2024).
Pertemuan dan silaturahmi BJBS KCP Palabuhanratu, MKKS dan LW Doa Bangsa membahas Penguatan Ekonomi Syariah | Foto : Ist
Sukabumi22 Mei 2024, 15:02 WIB

Tolak Revisi UU Penyiaran, Jurnalis Sukabumi Paparkan Pasal Bermasalah di Depan DPRD

Para orator menegaskan revisi UU Penyiaran akan mempersempit ruang gerak jurnalis.
Aksi unjuk rasa jurnalis menolak revisi UU Penyiaran saat menuju depan gedung DPRD Kota Sukabumi di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (22/5/2024). | Foto: Istimewa
Inspirasi22 Mei 2024, 15:00 WIB

Lowongan Kerja Sebagai Chef & Lifeguard, dengan Penempatan di Sukabumi

Apabila kamu tertarik dengan lowongan kerja ini, segera daftarkan diri sekarang juga!
Lowongan Kerja Sebagai Chef & Lifeguard, dengan Penempatan di Sukabumi (Sumber : Istimewa)
Life22 Mei 2024, 14:45 WIB

6 Pantai Angker yang Punya Cerita Mistis di Indonesia, Salah Satunya di Sukabumi

Indonesia selain memiliki keindahan alamnya, tetapi juga mempunyai cerita mistis dibaliknya yang terletak di daerah pantai. Bahkan sejarah dari pantai tersebut memiliki keangkeran cukup seram
Ilustrasi Pantai angker yang punya cerita mistis di Indonesia (Sumber : Pexels.com/@arnaudaudoin)
Jawa Barat22 Mei 2024, 14:42 WIB

Jadi Kuli Bangunan di Bandung? Foto Pegi Alias Perong DPO Kasus Vina Cirebon Beredar

Bersama 2 lainnya, Perong menjadi DPO selama 8 tahun, setelah dinyatakan kabur pasca pembunuhan dan pemerkosaan vina serta kekasihnya Eki pada 2016.
Foto pria yang disebut sebagai Pegi alias perong beredar pasca penangkapan di Bandung (Sumber: istimewa)
Sehat22 Mei 2024, 14:30 WIB

Berapa Seharusnya Kadar Asam Urat yang Normal? Simak Penjelasannya Disini

Kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) mungkin disebabkan oleh peningkatan produksi atau penurunan pembersihan asam urat dari dalam tubuh.
Ilustrasi - Kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) mungkin disebabkan oleh peningkatan produksi atau penurunan pembersihan asam urat dari dalam tubuh. (Sumber : Freepik.com/@stefamerpik)