Gempa M4.6 Sukabumi: Getaran Terasa di Palabuhanratu, Tangerang hingga Bogor

Kamis 14 Desember 2023, 07:46 WIB
Gempa M4.6 Guncang Sukabumi Jawa Barat | Getaran Terasa di Palabuhanratu, Tangerang hingga Bogor (Sumber : BMKG)

Gempa M4.6 Guncang Sukabumi Jawa Barat | Getaran Terasa di Palabuhanratu, Tangerang hingga Bogor (Sumber : BMKG)

SUKABUMIUPDATE.com - Gempa Bumi Hari ini Kamis, 14 Desember 2023, guncangan terjadi di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempabumi ini memiliki dengan parameter update M4.6.

Gempa M4.6 Sukabumi terjadi sekira pukul 06.35 WIB. Mengutip informasi dari X (Twitter) resmi BMKG, getaran Gempa Sukabumi terasa di Pamijahan dengan skala III-IV MMI.

Gempa M4.6 Sukabumi dirasakan di Panggarangan, Bayah, Kalapanunggal, Cilograng dan Bogor dengan skala III MMI. Kemudian, Gempa M4.6 Sukabumi turut dirasakan di wilayah Ciputat, Tangerang dengan skala II-III MMI dan di Palabuhanratu dengan skala II MMI.

Koordinat titik gempa berada di 6.76 LS (Lintang Selatan) dan 106.53 BT (Bujur Timur). Serta pusat gempa berada di kedalaman 5 kilometer. Berikut rincian lengkapnya:

Gempa M4.7 Guncang Sukabumi Jawa BaratGempa M4.6 Guncang Sukabumi Jawa Barat

"Info Gempa Mag:4.6, 14-Dec-23 06:35:12 WIB, Lok:6.76 LS - 106.53 BT (25 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 5 Km ::BMKG" dikutip dari BMKG, Kamis (14/12/2023).

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat Gempa M4.6 Sukabumi hari ini. Redaksi sukabumiupdate.com masih berusaha mengkonfirmasi tentang informasi tersebut.

Skala MMI Gempa

Seperti diketahui, getaran gempa diukur dalam skala MMI. Mengutip catatan redaksi sukabumiupdate.com sebelumnya,berikut informasi lengkap seputar skala MMI dalam ukuran gempa.

Ukuran gempa sendiri menurut data BMKG berdasarkan situs resminya, mengacu pada skala Mercalli yang merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Walaupun skala Mercalli terkesan subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain. Karenanya, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Baca Juga: 1 Masjid dan Madrasah di Kabandugan Sukabumi Rusak, Gempa M4,0 di Gunung Salak

Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian. Berikut adalah 12 tingkatan Skala MMI yang dikutip dari laman bmkg.id :

  • I MMI: Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang
  • II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
  • III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
  • IV MMI: Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
  • V MMI: Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
  • VI MMI: Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
  • VII MMI: Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
  • VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
  • IX MMI: Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
  • X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
  • XI MMI: Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
  • XII MMI: Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini
Sehat20 Mei 2024, 20:15 WIB

Sakit Asam Urat? Obati dengan 6 Bahan Alami Ini Lengkap dengan Cara Menggunakannya

Asam urat adalah salah satu bentuk radang sendi proaktif, suatu kondisi yang menyerang persendian.
Ilustrasi Minyak Nabati- Asam urat adalah salah satu bentuk radang sendi proaktif, suatu kondisi yang menyerang persendian. (Sumber : Freepik.com/@azerbaijan_stockers).
Fashion20 Mei 2024, 20:00 WIB

Cantik dan Menutup Aurat, 10 Standar Fashion Kekinian yang Cocok untuk Hijabers

Dengan mengikuti standar fashion kekinian, hijabers dapat tampil modis, nyaman, menutup aurat dan tetap cantik sesuai dengan nilai-nilai kesopanan yang dipegang.
Ilustrasi. Cantik dan Menutup Aurat, Standar Fashion Kekinian yang Cocok untuk Hijabers (Sumber : Pexels.com/BaTik)
Sukabumi Memilih20 Mei 2024, 19:45 WIB

Daftar ke PPP, Deden Deni Berpeluang Dampingi Asep Japar di Pilkada Sukabumi

Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi, Deden Deni Wahyudin secara resmi mendaftarkan diri ke Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) untuk maju di Pilkada Kabupaten Sukabumi, Senin (20/5/2024).
Deden Deni Wahyudin (Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi mendaftar calon bupati / wakil bupati di Pilkada Sukabumi 2024 | Foto : Sukabumi Update
Sehat20 Mei 2024, 19:30 WIB

Cegah Penyakit Gula Darah, 7 Manfaat Luar Biasa Jambu Biji yang Jarang Diketahui

Jambu Biji adalah buah yang kaya nutrisi dan menyimpan beragam manfaat kesehatan bagi tubuh.
Ilustrasi - Jambu Biji adalah buah yang kaya nutrisi dan menyimpan beragam manfaat kesehatan bagi tubuh. (Sumber : pexels.com/@Margo White)
Life20 Mei 2024, 19:00 WIB

8 Alasan Ilmu Tenang Itu Mahal dan Berharga, Apa Kamu Memilikinya?

Mengubah pola pikir dan kebiasaan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun membutuhkan usaha yang besar. Ilmu tenang ini termasuk belajar untuk berpikir positif, mengatasi pikiran negatif, dan membangun rutinitas yang menenangkan.
Ilustrasi. Alasan Ilmu Tenang Itu Mahal dan Berharga, (Sumber : Pexels.com/WouterdeJong)
Sehat20 Mei 2024, 18:45 WIB

7 Buah dan Sayuran Kuning Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol, Kaya Vitamin B12

Buah dan Sayuran yang berwarna kuning ternya bsia membantu menurunkan kolesterol tinggi. Karena kaya akan vitamin B12 yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh
Ilustrasi buah dan sayur kuning kaya akan vitamin B12 yang mampu turunkan kolesterol (Sumber : Freepik.com)
Arena20 Mei 2024, 18:31 WIB

Wabup Iyos Lepas 151 Kontingen Sukabumi di Popwilda Jabar 2024

Lepas 151 kontingen Kabupaten Sukabumi di Popwilda Jabar 2024, ini pesan Wabup Iyos Somantri.
Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri saat melepas kontingen Kabupaten Sukabumi di Popwilda Jabar 2024. (Sumber : Diskominfosan Kab. Sukabumi)
Sehat20 Mei 2024, 18:30 WIB

3 Ciri Kolesterol Tinggi yang Terlihat di Mata, Segera Periksa Jika Mengetahuinya

Seseorang yang menderita kolesterol tinggi bisa terlihat dari perubahan warna atau sesuatu di dalam matanya. Setelah mengetahui ciri tersebut alangkah baiknya segera menemui dokter untuk diperiksa lebih lanjut
Ilustrasi ciri kolesterol tinggi ini pada mata yang perlu diketahui dan segera diperiksa ke dokter (Sumber : Freepik/@wirestock)
Sehat20 Mei 2024, 18:15 WIB

5 Makanan Ini Ramah Untuk Diabetes, Bantu Kontrol Gula Darah Secara Alami

Bagi penderita diabetes pasti ketakutan untuk mengkonsumsi gula. Tapi tidak perlu khawatir, karena da beberapa makana yang ramah untuk diabetes dan bantu mengontrol gula darah secara alami
Ilustrasi makanan ramah untuk penderita diabetes bisa kontrol gula darah secara alami (Sumber : Freepik.com)
Life20 Mei 2024, 18:00 WIB

Bacaan Doa Selamat dalam Perjalanan, Amalkan Saat Hendak Pergi Keluar Rumah

Bacaan Doa Selamat Perjalanan, Yuk Amalkan Sebelum Pergi Untuk Beraktivitas.
Bacaan Doa Selamat Perjalanan, Yuk Amalkan Sebelum Pergi Untuk Beraktivitas. (Sumber : Freepik.com /@fanjianhua)