Longsor di Loji Sukabumi Timpa Warung, Jalan Bagbagan-Kiara Dua Sempat Tertutup

Longsor di Loji Sukabumi Timpa Warung, Jalan Bagbagan-Kiara Dua Sempat Tertutup

Longsor di jalan raya nasional Bagbagan-Kiara Dua tepatnya di Kampung Cimapag RT 03/09 Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/3/2023). | Foto: P2BK Simpenan

SUKABUMIUPDATE.com - Cuaca ekstrem terutama hujan deras mengakibatkan longsor di jalan raya nasional Bagbagan-Kiara Dua tepatnya di Kampung Cimapag RT 03/09 Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/3/2023) sekira pukul 07.00 WIB.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan Dandi Sulaeman mengatakan longsor tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem hujan disertai angin. Material longsor menutup jalan raya nasional Bagbagan-Kiara Dua dan menimpa warung di sekitar titik longsoran.

"Longsor di ruas jalan Bagbagan-Kiara Dua menimpa kabel listrik dan sebagian jalan. Ini juga mengakibatkan arus lalu lintas sempat tersendat. Dalam peristiwa ini sebagian ranting pohon menimpa warung nasi yang ada di pinggir jalan milik Ade Bakhtiar," kata Dandi.

Baca Juga: Tembok Penahan Tanah Longsor, Rumah Warga di Nagrak Sukabumi Terancam

Dandi mengatakan material longsor saat ini sudah berhasil dibersihkan dan arus lalu lintas di Bagbagan-Kiara Dua mulai normal baik dari arah Palabuhanratu menuju Pajampangan atau sebaliknya. Sebagian jalan bisa dilalui. "Saat ini lalu lintas berjalan satu arah," ujar dia.

Tidak ada korban jiwa dan tim gabungan masih melakukan evakuasi menyingkirkan material longsor dan pohon yang tergerus longsor. "Hanya satu warung nasi bagian depan yang mengalami rusak, sebagian tanah masih bergerak dan berpotensi turun lagi," kata Dandi.

Reporter : Ilyas Supendi (CRP)

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB