Soal Rumah di Lahan Perhutani Sukabumi, Pemiliknya Urus Izin ke Menteri LHK
[object Object]
Kamis 27 Okt 2022, 14:58 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Rumah permanen yang dibangun di atas lahan Perum Perhutani blok Bentang Barat di Kampung Cilimus RT 01/01, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan.
Pasalnya pembangunan rumah tersebut kembali dilanjutkan. Padahal sebelumnya, pelaksanaan pembangunan dihentikan olehPerum Perhutani.
"Saya lihat sudah beberapa hari iniada aktivitas proses finishing," kata AM (40 tahun) salah satu warga Desa Mekarsari kepada sukabumiupdate.com, Kamis (27/10/2022).
"Mungkin sudah ada izin dari Perhutani, atau pihak pihak lain, sehingga dilanjutkan," ungkapnya.
Terkait hal itu, Asisten Perhutani (Asper) Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sagaranten Usu Juarsa mengatakan intinya rumah itu masih belum bisa ditempati sebelum proses Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) beres.
Dia menyatakan, saat ini masih proses pengurusan IPPKH oleh pemilik rumah. "Apabila IPPKH belum beres otomatis rumah itu tidak boleh ditempati, dan bila perlu dibongkar sama yang bersangkutan sendiri biar tidak menimbulkan kontak fisik dan menjadi perhatian bagi masyarakat yang lain," ujarnya.
Lebih lanjut, Uu menyatakan IPPKH itu merupakan izin yang diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan tak ada batas dalam mengurusnya. "Gak ada batas waktu tergantung yang mengurusnya soalnya itu Izin dari Menteri LHK langsung," kata Usu.
Permohonan IPPKH sesuai peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Masih proses, yang bersangkutan sedang mengurusnya, dibantu pihak pihak KPH," pungkasnya.
#SHOWRELATEBERITA
Editor :
Reels & Shorts
Berita Terkini
Geger 12 Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Kakek 72 Tahun
Sukabumi 21 Jul 2026, 23:53 WIB
Musda XII MUI Kabupaten Sukabumi Digelar, Wabup Andreas Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
Sukabumi 21 Jul 2026, 22:37 WIB
Laporan Begal di Sukabumi: Pegawai Minimarket Dikejar Mobil Kijang, Korban Dibacok Motor Dirampas
Sukabumi 21 Jul 2026, 22:12 WIB
MUI Jabar soal Boti Hunter: Kritik kepada Pemerintah agar Persoalan LGBT Tidak Dibiarkan
Sukabumi 21 Jul 2026, 21:30 WIB
FIFA Selidiki Kericuhan Final Piala Dunia 2026, Pemain Argentina Terancam Sanksi Disiplin
Olahraga 21 Jul 2026, 20:45 WIB
Tantri Kotak Dipeluk Penonton Cowok Saat Manggung di Geopark Ciletuh Sukabumi: Shock!
Seleb 21 Jul 2026, 20:21 WIB
MUI Jabar Siapkan Kajian Akademik Soal LGBT, Akan Disampaikan ke Pemerintah dan DPR
Sukabumi 21 Jul 2026, 20:15 WIB
Lee Do Hyun akan Bintangi Film Nambeol Bersama Lee Byung Hun dan Go Youn Jung
Film 21 Jul 2026, 20:00 WIB
Piala Dunia 2026 Jadi Mesin Uang FIFA, Pendapatan Capai 15,2 Miliar Dolar AS
Olahraga 21 Jul 2026, 19:57 WIB
Nasib Naas Suzuki Thunder, Kekinian Banyak Dilarang SPBU! Pertamina Buka Suara
Otomotif 21 Jul 2026, 19:51 WIB
Usai Demam Piala Dunia 2026, Liga Inggris 2026/2027 Siap Sajikan Persaingan Baru
Olahraga 21 Jul 2026, 19:33 WIB
Aksi Ekologi Warnai Penutupan MPLS SMAN 1 Cibadak, 500 Pohon Ditanam
Sukabumi 21 Jul 2026, 19:03 WIB
Kondisi Kesehatan Memburuk, IU Batalkan Konser dan Tunda Album Baru
Seleb 21 Jul 2026, 19:00 WIB
Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan Jamdatun Kejagung: Hak Pekerja Jadi Fokus Utama
Inspirasi 21 Jul 2026, 18:41 WIB
30 Ucapan Hari Kebaya Nasional yang Inspiratif dan Cocok Untuk Caption Media Sosial
Life 21 Jul 2026, 18:30 WIB
Gibran Tak Lagi Duduk Sejajar Prabowo, Protokol Baru Sidang Kabinet di Istana Negara?
Nasional 21 Jul 2026, 18:29 WIB
Pekerja Bangunan Tewas Usai Tersengat Listrik di Purabaya Sukabumi, Polisi Ungkap Kronologi
Sukabumi 21 Jul 2026, 17:57 WIB
Kawal APBD Sukabumi Tepat Sasaran, Budi Azhar: Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Keuangan 21 Jul 2026, 17:55 WIB
Program Studi Magister Manajemen Nusa Putra University Raih Akreditasi Unggul
Inspirasi 21 Jul 2026, 17:45 WIB









