Awas Perilaku Kurang Gerak Mengancam Warga Usia Produktif di Indonesia

Sukabumiupdate.com
Selasa 07 Des 2021, 09:27 WIB
Awas Perilaku Kurang Gerak Mengancam Warga Usia Produktif di Indonesia

SUKABUMIUPDATE.com - Pada tahun 2030-2040 jumlah penduduk produktif (usia 15-64 tahun)  Indonesia diperkirakan akan lebih banyak jumlahnya daripada usia non produktif (dibawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Namun gaya hidup tidak sehat mulai terdeteksi menjangkiti warga Indonesia usia produktif di Indonesia yaitu perilaku kurang gerak.

Bonus demografi bagai “bom waktu” karena perilaku kurang gerak yang terjadi pada generasi saat ini dikhawatirkan menciptakan warga yang rentan sakit.  Hal ini diungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dadang Abdul Rokhman, saat membuka acara Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR), di Kabupaten Pangandaran akhir November 2021 silam.

Baca Juga :

SP3OR adalah tenaga kerja sarjana olahraga yang dikelola oleh Dispora Jawa Barat dan disebar ke seluruh 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Kegiatan pengerahan SP3OR dimulai sejak tahun 2010 guna menggerakkan olahraga dan memberdayakan masyarakat dalam pembangunan olahraga dengan  cara pemassalan, penggalian, pelestarian dan pemanfaatan olahraga pada masyarakat.

“Menurut WHO, penyakit menular yang diakibatkan perilaku kurang gerak (sedentary behavior) dapat dicegah melalui aktivitas olahraga yang sistematis dan rutin, maka dari itu Dispora Jabar menggerakkan SP3OR agar “bom waktu” karena perilaku kurang gerak tadi dapat ditanggulangi,” jelas Dadang.

photoOlahraga ringan dapat membantu dampak buruh perilaku kurang gerak bagi kesehatan - (Mohamed Hassan/Pixabay)</span

Ia mengakui tidak mudah untuk menggelorakan olahraga pada masyarakat. Namun setidaknya 110 tenaga SP3OR yang digembleng pada kegiatan ini, dapat mengembangkan karakter, dan kompetensi mereka sehingga mampu menjalankan fungsinya dengan baik dalam mengedukasi masyarakat. 

"Kita berharap tenaga SP3OR dapat memahami pentingnya kegiatan hari ini bagi peningkatan kualitas mereka sendiri  baik dari segi wawasan maupun keterampilan yang dapat menunjang performa kerja di lapangan,” pungkasnya.

Editor :
Berita Terkini