Pentingnya Minum Cukup Bukan Banyak, Cek Takaran yang Tepat

Pentingnya Minum Cukup Bukan Banyak, Cek Takaran yang Tepat

SUKABUMIUPDATE.com - Membiasakan diri untuk minum air putih setiap hari sangat dianjurkan untuk kesehatan. Namun, berapa sebenarnya angka konsumsi yang dianjurkan?

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI), Tunggul D. Situmorang, mengatakan bahwa secara literatur setiap kilogram berat badan dasar harus diimbangi dengan 30 cc air. Di Indonesia sendiri data dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa rata-rata berat badan dewasa adalah 60 kilogram. Tak heran, imbauan untuk minum delapan gelas sehari pun sangat disarankan.

“Tapi, angka ini bisa berubah-ubah dan disesuaikan dengan berat badan masing-masing,” katanya dalam acara "Gerakan Peduli Hipertensi: Kendalikan Hipertensi, Sayangi Ginjalmu" di Jakarta pada 17 Oktober 2019.

Tunggul mengatakan bahwa menerapkan takaran yang cukup dalam minum air putih sangat penting sebab banyak orang masih salah dengan imbauan minum banyak. Padahal, saat minum terlalu banyak, seseorang bisa mengalami hiponatremia.

Ini adalah gangguan elektrolit yang disebabkan oleh kadar natrium di tubuh lebih rendah lantaran dikeluarkan saat buang air. Padahal, natrium memiliki peranan penting untuk mendistribusikan air ke seluruh tubuh.

“Dari hiponatremia ini juga bisa menyebabkan kesulitan berpikir, mual, hingga sakit kepala,” katanya.

Dengan dampak yang banyak, Tunggul pun mengimbau agar masyarakat bisa lebih memperhatikan konsumsi air.

“Jadi jangan salah lagi. Bukan banyak tapi cukup. Cara menghitungnya yang tadi sudah dijelaskan, 30 cc dikali berat badan,” katanya.

Sumber: Tempo.co

Editor:Ardi Yakub
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB