SUKABUMIUPDATE.com - Mendapat kritik memang tidak selalu terasa nyaman. Bahkan, masukan yang sebenarnya bertujuan membantu bisa terasa menyakitkan ketika menyentuh sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang. Respons terhadap umpan balik negatif dapat dipengaruhi oleh cara seseorang memandang dirinya sendiri, sehingga kritik tidak selalu diterima dengan cara yang sama oleh setiap orang.
Namun, sulit menerima kritik tidak selalu hanya terlihat dari sikap tersinggung. Ada sejumlah kebiasaan yang bisa muncul ketika seseorang merasa kritik sebagai ancaman terhadap dirinya. Berikut beberapa di antaranya.
1. Langsung Membantah Sebelum Mendengarkan
Ketika mendapat kritik, orang yang sulit menerima masukan terkadang langsung mencari alasan atau membantah sebelum memahami isi pembicaraan. Penjelasan memang tidak selalu berarti seseorang tidak bisa menerima kritik, tetapi kebiasaan langsung membela diri tanpa memberi ruang untuk memahami masukan dapat membuat percakapan menjadi sulit.
Respons defensif seperti membantah, menuduh balik, atau memutarbalikkan pembicaraan memang sering muncul dalam situasi ketika seseorang merasa terancam oleh kritik.
Baca Juga: Jangan Asal Beli Jamu, Kenali Ciri Produk Herbal yang Aman
2. Selalu Mencari Kesalahan Orang yang Mengkritik
Alih-alih membahas isi kritik, seseorang bisa mengalihkan pembicaraan dengan mencari kesalahan pihak yang memberikan masukan.
Padahal, dua kesalahan dapat dibicarakan secara terpisah. Menerima kritik tidak berarti harus menganggap diri selalu salah, tetapi memberi kesempatan untuk menilai apakah ada bagian dari masukan yang memang benar.
3. Sulit Mengakui Kesalahan
Kebiasaan lain yang bisa terlihat adalah selalu berusaha mempertahankan anggapan bahwa dirinya benar.
Orang tersebut mungkin tetap memberikan berbagai alasan meskipun sudah mengetahui adanya kekeliruan. Padahal, kemampuan melihat kesalahan sebagai sesuatu yang bisa diperbaiki membuat kritik lebih mudah digunakan sebagai bahan evaluasi.
4. Menganggap Kritik sebagai Serangan Pribadi
Orang yang sulit menerima kritik dapat merasa bahwa komentar terhadap satu kesalahan merupakan penilaian terhadap dirinya secara keseluruhan. Akibatnya, masukan sederhana bisa terasa seperti serangan terhadap harga diri.
Baca Juga: Temulawak Bukan Sekadar Jamu, Ini Manfaatnya untuk Pencernaan hingga Hati
5. Menghindari Orang atau Situasi yang Memberikan Masukan
Sulit menerima kritik juga bisa terlihat dari kebiasaan menghindari percakapan, orang, atau situasi yang berpotensi memberikan evaluasi.
Padahal, feedback dapat membantu seseorang mengetahui bagian mana yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki. Masalahnya bukan pada kritik semata, tetapi bagaimana kritik tersebut diberikan dan diterima. Kritik yang disampaikan sebagai serangan juga dapat membuat seseorang semakin menutup diri.
Lima kebiasaan tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa seseorang memiliki sifat buruk atau selalu tidak bisa menerima kritik. Setiap orang dapat bersikap defensif dalam situasi tertentu, terutama ketika kritik disampaikan dengan cara yang kasar atau terasa tidak adil.
Belajar menerima kritik bukan berarti harus menyetujui semua perkataan orang lain. Seseorang tetap bisa mempertanyakan kritik yang tidak tepat, tetapi pada saat yang sama memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan mengambil bagian yang memang bermanfaat.
Pada akhirnya, kritik tidak selalu harus dilihat sebagai bentuk serangan. Ketika diterima sebagai informasi untuk mengevaluasi diri, masukan justru dapat menjadi kesempatan untuk mengetahui hal-hal yang sebelumnya mungkin tidak disadari.
Baca Juga: Diluar Kendali, Gemini Bobol Sistem Keamanan Tiga Perusahaan
Sumber: Berbagai Sumber













